Oleh : Syamhudi

Tangerang Selatan, Banten, MediaProfesi.com – Guna memperbaiki kualitas pasar tradisional agar mampu bersaing dengan pasar modern dan supermarket yang dikelola dengan apik, sistem penataan yang teratur, bersih dan jauh dari kesan becek serta kumuh. Sehingga dapat mendatangkan pengunjung lebih banyak untuk berbelanja.

Bahkan pengunjung yang datang pun dari berbagai kalangan strata kelas, mulai kelas atas, menengah dan kelas bawah. Hal ini yang mendorong Kementerian Perdagangan melakukan pengembangan pasar percontohan sejak tahun 2011 untuk merevitalisasi pasar tradisional agar memiliki daya tarik terhadap masyarakat mau berbelanja ke pasar tradisional.

Keseriusan pemerintah dalam program pengembangan pasar percontohan ditunjukkan dengan kunjungan kerja Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan hari ini, Jumat (5/4/2013) ke Pasar Modern BSD City Serpong, Tangerang Selatan, provinsi Banten untuk melihat lebih jauh tentang bangunan, manajemen dan tata kelolanya.

Dalam kunjungan tersebut Mendag didampingi Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, serta Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Srie Agustina, Sekjen Kemendag, Gunaryo dan pejabat lainnya, meninjau Pasar Modern BSD City di Tangerang Selatan, yang dinilai telah berhasil menerapkan pasar modern.

“Pasar Modern BSD City ini dapat menjadi acuan dalam hal pembangunan fisik maupun pengelolaan pasar tradisional di Indonesia yang mengutamakan pemberian pelayanan yang memuaskan bagi konsumen,” ujar Mendag.

Pembangunan Pasar Modern BSD City yang berada dibawah manajemen Sinar Mas Land melalui unit usaha ITC Group yang berpengalaman dalam mengelola pasar modern dan pusat perbelanjaan, yang mengutamakan pelayanan bagi konsumen. Hal ini bisa dilihat dari segi bentuk bangunan horizontal untuk memberikan kemudahan pemelihataan bangunan.

“Pasar Modern BSD City juga memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara secara alami. Selain itu, jarak antar lapak cukup luas sehingga memberikan aspek kenyamanan bagi pengunjung Pasar Modern BSD City,” jelas Mendag.

Menurut Mendag ada beberapa parameter yang membedakan Pasar Modern BSD City dengan pasar tradisional. Pertama, bentuk bangunan yang permanen serta pangaturan zoning yang jelas. Kedua, sistem pengelolaan yang teratur dan modern, computerized, sistem keamanan yang ketat. Dan ketiga, SDM yang berkualitas.

“Dengan membandingkan konsep pembangunan dan pengelolaan yang telah diterapkan oleh Pasar Modern BSD City dan Pasar Percontohan, diharapkan program pengembangan revitalisasi pasar tradisional dapat berhasil secara optimal,” tambah Mendag.

Program pengembangan pasar percontohan yang dilakukan Kementerian Perdagangan sejak tahun 2011 diawali dengan 10 lokasi pasar. Kemudian tahun 2012 bertambah sebanyak 20 lokasi, dan pada tahun 2013 jumlahnya telah ditingkatkan menjadi 23 pasar percontohan.

Walikota Tangerang Selatan, Airin meminta Kementerian Perdagangan untuk memberikan bantuan alokasi anggaran pengembangan pasar percontohan dari pasar tradisional yang berada di wilayah Tangerang Selatan.

“Kami mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan pada anggaran tahun mendatang, diantaranya kami akan merevitalisasi pasar Ciputat dan pasar tradisional lainnya,” ujar Airin. * (Syam)