Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com - Setiap konsumen memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang tepat, jelas. akurat dan konmplit. Dan hak mendapatkan informasi tersebut telah dilindungi Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UU PK) No. 8 Tahun 1999.

“Jadi kalau konsumen membeli sesuatu di mana pun, itu konsumen punya hak untuk mendapatkan informasi yang komplit, jelas, akurat,” kata Menteri Perdagangan, Gita Irawan Wirjawan dalam sambutannya pada acara Pencanangan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya di Pasar Jaya Cibubur, Jakarta (19/4/2013).

Mendag menjelaskan, berdasarkan UU tentang Perlindungan Konsumen ada hak konsumen yang sangat terkait dengan Pencanangan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya, yaitu konsumen mempunyai hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang atau jasa.

Pencanangan ini bertujuan untuk menggaungkan Program Pasar Aman dari Bahan Berbahaya untuk diketahui secara luas oleh seluruh masayarakat Indonesia. Sehingga implementasi program tersebut akan didukung dan dimonitor oleh masyarakat, komunitas pasar, Pemda di seluruh Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, akan dilaksanakan melalui 5 (lima) strategi utama yaitu perkuat pengawasan di pasar, peningkatan “awareness” komunitas pasar, peningkatan sDM pasar, replica pasar contoh dan optimalisasi manajemen aksi program pasar aman dari bahan berbahaya.

Program pasar aman dari bahan berbahaya akan berlangsung selama 3 (tiga) tahun dengan target sebanyak 108 pasar contoh yang tersebar di 84 kabupaten/kota pada 31 provinsi.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Lucky S. Slamet mengungkapkan pemilihan pasar percontohan dilakukan dengan berkoordinasi melalui Pemda setempat, sehingga menjadi komitmen bersama didalam mengawal keberhasilan implementaasi pasar aman dari bahan berbahaya di pasar contoh.

DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi yang akan menjadi wilayah perintisan untuk pasar contoh pantaun pasar aman dari bahan berbahaya ini, dan sebagai ibu kota negara, DKI Jakarta akan berperan sebagai barometer bagi keberhasilan implementasi program ini di wilayah Indonesia lainnya.

“Ditetapkan 5 wilayah yang tersebar di DKI Jakarta sebagai pasar contoh, yaitu Pasar Jaya Cibubur, Pasar Johar Baru, Pasar Tebet Barat, Pasar Grogol dan Pasar Koja Baru,” jelas Lucky.

Denga adanya pasar aman dari bahan berbahaya, Mendag berharap masyarakat lebih sadar lagi akan haknya sebagai konsumen yang harus dilindungi dari ketidaktahuannya akan adanya bahan berbahaya di dalam produk yang dikonsumsinya.

Oleh karena itu, konsumen punya hak untuk mendapatkan advokasi, mendapatkan pendidikan tentang produk atau jasa yang akan di konsumsi.

Selain itu, lanjutnya, konsumen juga punya hak untuk mengeluh kalau produk yang di konsumsi atau yang dibeli itu tidak sesuai dengan kepentingan konsumen untuk hidup sehat dan cerdas atau aman dan nyaman.

“Ddan yang terakhir kalau produk itu ternyata terbukti tidak sesuai dengan aspirasi kita semua, dan keluhan kita sangat bisa dipertanggung jawabkan, maka konsumen berhak mendapatkan ganti rugi,” tegas Mendag. * (Syam)