Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com - Harga minyak sawit mentah ( Cruide Palm Oil/CPO) turun pada spekulasi, bahwa awal dari siklus produksi tinggi di Malaysia dapat menyebabkan penumpukan stok di negara produsen terbesar kedua di dunia.

Kontrak untuk pengiriman CPOTR di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) untuk kontrak September naik sebanyak 1,75 persen menjadi Rp.7,560 per kg, dan kembali melemah di Rp.7,475 per kg pada penutupan sesi pagi (19/7), Jakarta.

Sedangkan untuk pengiriman CPO di Bursa Derivatif Malaysia untuk Oktober turun sebanyak 0,7 persen menjadi 2.275 ringgit ($ 711) per metrik ton dan berada di 2.290 ringgit pada penutupan sesi pagi (19/7/2013) Kuala Lumpur.

Peneliti dari Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), Ibrahim mengatakan kondisi ekonomi global yang terus melambat terutama di China dan India mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang dan wajar kalau harga CPO mengalami penurunan.

“Sentimen konsumsi di bulan Ramadan dan India yang besar tidak bisa mengangkat harga CPO apalagi stok tahun lalu yang masih berlimpah mengakibatkan harga terus melemah”, ujarnya.

Dia menambahkan, di Eropa sendiri saat ini CPO kalah bersaing dengan minyak kedelai lantaran di AS sedang terjadi lonjakan panen kedelai, yang membuat harganya merosot.

Sejumlah pengamat menyatakan, produksi minyak sawit Malaysia dapat melebihi 19 juta ton tahun ini, lebih dari rekor 18,9 juta ton pada 2011.

Produksi global minyak sawit akan naik 4,4 persen menjadi 58.200.000 ton dari musim sebelumnya di tengah pasokan yang lebih tinggi dari petani Indonesia dan Malaysia. * (Syam)