Oleh : Yudi

Jakarta, MediaProfesi.com - Commodity Index (CI) adalah ukuran umum terhadap pergerakan harga pasar komoditi Berjangka. Indeks ini dihitung secara statistik berdasarkan pergerakan harga sejumlah komoditi yang dipilih (harian, mingguan, bulanan, tahunan).

Hasil komoditi terpilih yang masuk dalam portofolio indeks CI merupakan suatu benchmark pergerakan harga-harga komoditi dunia secara global/umum, dimana dalam perhitungannya berbasis pembobotan (weighting) yang berbeda untuk setiap komoditinya.


Sebagai contoh varian dari CI adalah indeks CMCI (Constant Maturity Commodity Index) yang portfolio indeksnya mengandung 28 kontrak berjangka komoditi yang didominasi energi, logam mulia, agrikultur dan livestock.


Corporate Secretary Jakarta Futures Exchange (JFX), Tumpal Sihombing mengatakan, varian CI lainnya banyak diperdagangkan di bursa-bursa berjangka global (termasuk salah satu acuan indeks Berjangka terbesar dunia S&P500 Futures).

Nilai indeks CI berfluktuasi berdasarkan pergerakan harga basis komoditi fisiknya. Indeks CI ini menjadi indicator sekaligus predictor yang efektif untuk melakukan technical analysis pergerakan harga-harga (baik asset fisik maupun berjangka nya).

Ragam indeks similar banyak digunakan sebagai benchmark untuk melakukan kajian terhadap historis pergerakan pasar sekaligus prediksi dalam analis tren harga-harga fisik/berjangka dalam jangka pendek (technical analysis). * (Yud/Syam)