Oleh : Yudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Keberadaan hutan sebagai penyangga kehidupan tidaklah terbatas manfaatnya bagi semua makluk hidup, terlebih untuk masyarakat yang hidup berdampingan dengan ekosistem di Ujung Kulon, Banten.

 

Beragam keanekaragaman hayati dan hewani alam Ujung Kulon selama ini telah memberi manfaat signifikan dalam kehidupan, salah satunya produksi madu hutan alami. Keberadaan madu liar disana tak ayal menjadi salah satu tolak ukur kelestarian wilayah alam tersebut.

 

Dalam rangka mendukung keberlanjutannya, perusahaan kecantikan dengan sistem penjualan langsung asal Swedia-Oriflame Indonesia mengadakan kegiatan dengan tema Berbagi untuk Sesama dan Alam Ujung Kulon pada Selasa, 27 Maret 2018.

 

Pada kegiatan ini Oriflame Indonesia menggandeng Koperasi Hanjuang; kelompok tani madu hutan yang memproduksi Madu Hutan Odeng.

 

Penanaman 10.000 pohon pakan lebah mulai dari jenis pohon Salam, Kiganik, Ki jahe, Kopo, Leungsir dan Tongtolok dilaksanakan di sekitar area budidaya sebagai pakan lebah Odeng.

 

Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan lembaga pemerintahan seperti Fredringko Tanggu Dendo dan Royen Agustinus selaku perwakilan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Dr. U. Mamat Rahmat, S.Hut., MP. selaku Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon.

 

Pemanfaatan madu hutan di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon telah menjadi sumber mata pencarian bagi masyarakat sekita r -pada tahun 2015 Madu Hutan Odeng diluncurkan sebagai produk Oriflame Indonesia dan masih terus dipasarkan hingga saat ini.

 

Menurut perwakilan Koperasi Hanjuang Eman Sulaeman, madu odeng yang berhasil menembus pasar Oriflame sangatlah bermanfaat bagi warga yang profesi utamanya adalah petani sawah tadah hujan.

 

Para petani yang kesulitan menggarap sawah di musim kemarau kini dapat mengandalkan panen madu sebagai mata pencarian mereka.

 

Selain itu, Koperasi Hanjuang juga mendirikan Rumah Sanggar Lebah dengan tujuan mengedukasi masyarakat sekitar untuk mencari mata pencarian alternatif.

 

“Pendirian Rumah Sanggar Lebah ini ditujukan sebagai sarana masyarakat untuk memperoleh informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan produksi lebah madu Odeng, agar masyarakat Ujung Kulon lebih paham dan tertarik untuk mengembangkan industri ini,” tutur Eman.

 

Setiap madu hutan yang diproduksi dan dipasarkan lewat Oriflame turut membantu meningkatkan penghidupan peternak lebah, membantu mereka memanen madu lezat nan kaya manfaat secara berkelanjutan dan menjaga habitat alami mereka tetap terlindungi.

 

Niclas Palmquist, Vice President for Southeast Asia & Head of Oriflame Indonesia turut menyuarakan komitmen korporasi untuk kesejahteraan bersama.

 

“Kami berusaha megoptimalkan komitmen kami lewat kegiatan-kegiatan Corporate Social Responsibility dengan cara ikut menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dalam kesempatan kali ini ikut menggerakkan sektor produksi madu hutan”, pungkasnya.

 

Nikmati manisnya hidup dengan madu hutan murni yang diproduksi oleh lebah hutan Odeng dari Hutan Ujung Kulon. Dipanen berkelanjutan dan diproses secara organik dengan cara higienis tanpa bahan kimia, madu ini memliki cita rasa dan aroma herbal yang kaya ditimpali nuansa woody yang mengalir selaras dengan segarnya sentuhan ringan buah dan bunga. 350gr. Rp159.000,-

 

Madu Hutan Odeng dapat dibeli melalui konsultan Oriflame di seluruh Indonesia. * (Yud/Syam)