Oleh : Wahyu


Jakarta, Mediaprofesi.com - PT Dyandra Media International Tbk (Dyandra) merupakan perusahaan induk (holding) yang memayungi 23 perusahaan di industri Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE).

 

Kinerja bisnis Dyandra ditopang empat perusahaan yang menjadi pilar bisnisnya, yaitu PT Dyandra Promosindo (DP) mengelola bisnis Penyelenggaraan Acara (Event/ Exhibition Organizer), PT Dyamall Graha Utama (DGU) menjalankan usaha Penunjang Acara (Supporting Event), PT Nusa Dua Indonesia (NDI) fokus pada bisnis Ruang Konvensi dan Eksibisi (Venue Owner & Hall Management Business), dan PT Graha Multi Utama (GMU) dari bisnis Hotel (Hotel/ Property Owned Busniness).


Tahun ini, PT Dyandra Promosindo berhasil merampungkan 56 exhibition. Event Pertamina Geothermal Digital Expo, berlangsung 12–13 Desember 2018, merupakan event terakhir di penghujung tahun 2018 ini.

Tahun depan, Dyandra Promosindo menjadwalkan sekitar 69 exhibition yang akan diselenggarakan Dyandra Promosindo maupun perusahaan subholding di bawahnya, yaitu Fasen Creative Quality (Quad) dan Debindo Mitra Tama.


Jumlah event tersebut di luar jumlah event yang diselenggarakan perusahaan subholding lainnya seperti PT Dyandra Communication, PT Visicita Imaji Semesta, maupun PT Dyan Mas Entertainmen. Target Dyandra Promosindo pada tahun 2019 adalah menguasai 20% pangsa pasar industri pameran di Indonesia.

Tahun depan, PT Dyamall Graha Utama melalui unit usahanya siap untuk mendukung semua event anak usaha Dyandra Promosindo. Berbagai sinergi telah disiapkan Manajemen, salah satunya melalui PT Samudra Dyan Praga, yang bergerak di bidang jasa kontraktor pameran.

 

Perusahaan ini telah meningkatkan implementasi sistem manajemen mutu melalui sertifikasi ISO 9001:2008 yang tahun ini telah meningkat menjadi ISO 9001:2015.


Anak usaha Dyandra lainnya, yaitu PT Nusa Dua Indonesia, perusahaan yang fokus pada bisnis Ruang Konvensi dan Pameran, sukses menggelar The 11th Bali Democracy Forum (BDF) pada 6-7 Desember 2018 yang lalu di Bali Nusa Dua Convention Center, milik NDI.

 

Bali Democracy Forum merupakan forum kerja sama tahunan negara-negara demokrasi di Asia yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas demokrasi dan institusi demokrasi melalui diskusi antarnegara.

 

Acara pembukaan event ini dihadiri oleh 1.390 partisipan dari 58 negara peserta diantaranya yaitu Australia, Uni Emirat Arab, Jepang,  Rusia, China, dan 73 negara peninjau.

 

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Negara dari Republik Nauru, 10 Menteri luar negeri, 4 Wakil Menteri serta 10 organisasi internasional. Di dalam BDF sendiri diadakan beberapa acara lain seperti Bali Democracy Student Conference dengan 150 peserta dari 62 negara dan Bali Civil Society Media Forum dengan 87 peserta dari 9 negara.

 

Selain itu, event bertaraf internasional lainnya yang sukses diselenggarakan adalah Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (IORA) pada 7–8 Desember 2018 yang lalu. Acara in dihadiri oleh 100 delegasi dari 14 negara anggota dan 5 negara mitra wicara.


Dyandra, sebagai holding juga telah menyiapkan corporate roadmap seluruh perseroan yaitu melalui optimalisasi dari business transformation, customer management dan juga operational excellence. Hal ini dilakukan untuk memperkuat sinergi antar perusahaan yang akan diaplikasikan melalui sentralisasi MICE business solution. Upaya ini dilakukan untuk mencapai target pendapatan perusahaan senilai Rp. 1 triliun di tahun 2019.


Maryamto Sunu selaku Direktur Dyandra, optimistis dengan perkembangan industri MICE di Indonesia di tahun mendatang mengatakan, kami yakin karena Dyandra memiliki ekosistem MICE yang komplit, yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain.

 

Selain itu, ujar Maryanto, juga merupakan market leader di bisnis event organizer. Sudah sewajarnya kami akan membuahkan value yang luar biasa. Hal ini tentunya tidak lepas dari kepercayaan client, pengalaman perusahaan serta kompetensi SDM yang pada akhirnya menghasilkan output yang optimal. * (Wah/Syam)