Oleh : Syamhudi

 

Bandung, Mediaprofesi.com - Indonesia Coffee Event (ICE) 2019 kembali diselenggarakan, dimulai dengan Tahap Eliminasi Wilayah Barat, yang bertempat di dua lokasi di kota Bandung, yakni 5758 COFFEE LAB (11 – 13 Januari 2019) dan NOAHS BARN (14 – 16 Januari 2019).

 

Event tahun ini mengambil tema khusus yaitu #coffeeconnectspeople, ICE 2019 menceritakan tentang dunia kopi specialty yang terus tumbuh dengan berbagai inovasi di sisi hulu dan hilir sebagai filosofi utamanya.

 

Lebih menarik lagi, dengan kehadiran Unakaffe System yang diluncurkan PT. Santos Jaya Abadi - anak perusahaan dari Kapal Api Global pada Mei 2018 lalu turut meramaikan dan berpartisipasi dalam perhelatan tersebut dengan memberikan komitmen penuh terhadap lahirnya pakar-pakar pengolahan minuman kopi serta berperan aktif terhadap perkembangan profesi barista di tanah air.

 

Ketua panitia ICE 2019 Yudistira Bawono mengatakan, kopi specialty bukan hanya tentang produk tetapi juga tentang interaksi antar manusia di dalamnya. Semua pemangku kepentingan cenderung membuka komunikasi dengan siapa pun.

 

Yudistira memberikan tamsil bahwa petani dapat berkomunikasi langsung dengan barista, roaster dapat bertukar pikiran dengan penikmat kopi, dan tentunya hal yang paling klasik, interaksi antar penikmat kopi di sebuah kedai.

 

“Semua ini membuka kemungkinan untuk sebuah kolaborasi baru dengan semangat membuat dunia kopi spesial lebih inklusif,” pungkasnya.

 

Tahap Eliminasi Wilayah Barat ini menobatkan Yessylia Violin di peringkat pertama kategori Indonesia Brewers Cup dan Indonesia Cup Taster Championship.

 

Peringkat pertama kategori Indonesia Latte Art Competition diraih oleh Robby Firlian, sementara Monika D.J Zendrato berhasil menjadi juara satu kategori Indonesia Brewers Cup.

 

Yudistira menambahkan ICE 2019, seperti tahun-tahun sebelumnya, digelar di dua regional, Barat (Bandung) dan Timur (Makassar) untuk memberi kesempatan luas bagi seluruh barista di tanah air.

 

“Kompetisi kali ini berlangsung seru, terutama karena peserta-pesertanya yang hebat-hebat,” kata Yudistira menambahkan.

Daya tarik lain diperlihatkan oleh para 'srikandi kopi' seperti Yessylia Violin dan Monika DJ. Zendrato yang sangat mendominasi kontestasi kali ini.

 

Pekan depan tepatnya 25-27 Januari, Tahap Eliminasi Wilayah Timur akan diselenggarakan di Makassar, tepatnya di Goedang Popsa, dan akan ditentukan juaranya pada babak Final di Jakarta pada 22-24 Februari mendatang.

 

Bagi yang ingin mendaftarkan diri untuk tahap eliminasi wilayah timur dapat mendaftarkan diri di website kami di www.indonesiacoffeeevents.com.

 

Para juara 1, 2, dan 3 dari Tahap Eliminasi Wilayah Barat dan Timur ini menurut Yudistira akan langsung mendapatkan tempat untuk bertanding di Kompetisi Nasional (Kuningan City, Jakarta, 22-24 Februari 2018).

 

Mereka yang meraih gelar juara 1 dari Tahap Eliminasi Wilayah Barat dan Timur akan langsung masuk ke babak semifinal tanpa mengikuti babak kualifikasi di Kompetisi Nasional, sementara 18 (delapan belas) kompetitor lain diambil dari peserta dengan skor tertinggi dari Tahap Eliminasi Wilayah Barat dan Timur.

 

Di babak final di Jakarta Februari mendatang, mereka yang meraih juara 1 Indonesia Brewers BC dan IBrC akan dikirim ke World Barista Championship dan World Brewer Championship di Boston (11-14 April).

 

Juara 1 ILAC dan ICTC dikirim ke World Latte Art Championship dan dan World Cup Tester Championship di Berlin (8-10 Juni). * (Syam)