Oleh : Wahyu

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - Rangkaian GIIAS 2019 The Series akan berlanjut setelah sebelumnya menuntaskan penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2019 pada 7 April lalu.  The 27th GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 akan hadir pada 18-28 Juli 2019 di ICE, BSD City, Tangerang.

 

Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia kali ini mengangkat tema Future in Motion, GIIAS 2019 akan menampilkan transformasi teknologi dari industri otomotif sepanjang penyelenggaraan pameran.

 

“Selalu konsisten setiap tahunnya, GIIAS akan menampilkan teknologi otomotif terkini dari industri otomotif Indonesia,” ujar Yohannes Nangoi, Ketua Umum GAIKINDO dalam siaran persnya kepada redaksi Mediaprofesi.com hari ini, Selasa (2/7/2019) di Jakarta.

 

Untuk itu, ujar Yohannes, GAIKINDO mengajak publik untuk bersama-sama menyaksikan berbagai macam teknologi terkini dan inovasi terbaru dari para agen pemegang merek.


Berbagai produk dan teknologi yang dipamerkan pada penyelenggaraan GIIAS menjadi salah satu pencapaian industri otomotif Indonesia yang patut dibanggakan. Dan menurut data GAIKINDO saat ini hasil produksi industri otomotif Indonesia sudah diekspor ke lebih dari 80 negara.

 

“Banyak yang belum tahu bahwa Indonesia sudah mampu mengekspor kendaraan ke 80 negara di dunia, GAIKINDO ingin menunjukkannya di GIIAS 2019, bahwa pencapaian industri otomotif Indonesia terus meningkat dan memberikan kebanggaan bagi negara,” tutur Yohannes.


Ia juga menerangkan bahwa pada tahun 2018 otomotif Indonesia mencatat ekspor mobil utuh (completely built up/CBU) tumbuh 14,44 persen menjadi 264.553 unit dibanding tahun sebelumnya, dan dengan dorongan dari penyelenggaraan GIIAS 2019, GAIKINDO optimis pada tahun 2019 ekspor otomotif akan kembali mencatatkan peningkatan.

 

“Industri otomotif mendapatkan energi positif dari setiap penyelenggaraan GIIAS, dan tahun ini kami optimis ekspor otomotif Indonesia dapat mencapai 300 ribu unit,” jelasnya.

 

Tidak berhenti pada tahun 2019, menurut Yohannes, GAIKINDO menargetkan bahwa pada tahun 2025 industri otomotif dapat menjadi penyumbang devisa tertingi negara dengan ekspor yang mencapai 1 juta unit. * (Wah/Syam)