Oleh : Muhammad

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - Pada saat Chevrolet sedang mempersiapkan peluncuran perdana Corvette generasi berikutnya pada tanggal 18 Juli mendatang di Amerika Serikat.

 

Brand otomotif terkemuka tersebut juga tengah bekerjasama dengan Barrett-Jackson Auction Company untuk mengakhiri era Corvette generasi ke-7 yang saat ini berada di Filipina dengan model Corvette 1LT trim level.

 

Barrett-Jackson, perusahaan lelang khusus mobil untuk kolektor selama hampir 50 tahun, akan melelang produksi terakhir dari Corvette Gen 7 yakni Chevrolet Corvette Z06 coupe tahun 2019 di pasar lelang Northeast pada tanggal 28 Juni.

 

Seratus persen dari hasil penjualan akan disumbangkan kepada yayasan Stephen Siller Tunnel to Towers Foundation.

 

“General Motors (GM), General Motors Company (GMC) dan Chevrolet sangat mendukung Stephen Siller Tunnel to Towers Foundation dan komitmennya terhadap anggota prajurit yang terluka dan cacat, para petugas pemberi ri pertolongan pertama pada   kecelakaan beserta keluarga mereka,” kata Mary Barra, General Motors Chairman and CEO.

 

Menurut Barra, hasil leleang Corvette yanfg ikonik ini akan membantu yayasan tersebut melanjutkan programnya dan membuka jalan bagi Corvette generasi selanjutnya yang akan kami perkenalkan pada 18 Juli 2019.

 

“Selama lebih dari 20 tahun, Barrett-Jackson telah dipercaya untuk menyediakan sebuah sebuah wadah dimana  kendaraan yang dimaksudkan dapat dijual untuk penggalangan dana kegiatan amal, dan Corvettes telah menjadi mobil andalan dalam acara amal tersebut,” kata Craig Jackson, chairman and CEO of Barrett-Jackson.

 

Jackson menyatakan, sejak tahun 2013, kami telah bekerja sama dengan GM dengan menjual model produksi pertama Corvette Gen 7 yakni Stingray tahun 2014, dimana seratus persen hasil penjualannya senilai $1.1 juta disumbangkan untuk kegiatan amal. Saat ini, kami berharap dapat mencapai hasil serupa dengan Corvette Gen 7 sebelumnya.

 

Corvettes yang terjual pada saat lelang hingga di atas $1 juta dan dimaksudkan untuk kepentingan amal merupakan hal yang umum dilakukan di industri mobil koleksi guna menarik perhatian kalangan kolektor.

 

“Corvettes sudah dikenal sebagai mobil sport Amerika dan juga merupakan ikon untuk beberapa generasi masyarakat Amerika. Mobil ini juga telah dikoleksi sejak jaman dulu kala,” kata Jackson.

 

Jackson juga menambahkan bahwa Corvettes generasi pertama dan kedua (tahun 1953-1962 dan 1963-1967, secara berturut-turut) dimana sebagian besar komponennya masih original (sehingga disebut “matching numbers”) dan dilengkapi big block engine seri 427 dengan sistem injeksi bahan bakar (“Fuelies”) menjadi obyek buruan para kolektor karena jumlah produksinya yang terbatas.

 

Model ini sangat popular di kalangan kolektor generasi “Baby Boomer” yang tumbuh bersama mereka. Sementara itu, Corvette generasi ketiga (1968-1982) semakin bernilai  di mata para kolektor Gen X dan Millenial yang lebih muda.

 

Nomor seri awal dan akhir produksi (seperti Corvette generasi ketujuh pertama dan terakhir) juga dapat meningkatkan minat kolektibilitas kendaraan.

 

Baru-baru ini, Barrett-Jackson menyaksikan  pergerakan penjualan yang cukup besar untuk  Corvette yang telah direstorasi dan dimodifikasi (“Resto-Modded”) dengan nilai transaksi yang sangat tinggi.

 

Umumnya ini terjadi pada  model Corvette generasi-pertama yang klasik dan generasi-kedua dengan beberapa upgrade seperti  chassis modern untuk performa tinggi , suspensi terbaru, dan penggunaan  mesin dengan sistem injeksi bahan bakar  (fuel-injected engine)

 

“Para kolektor Corvette menginginkan penampilan klasik tanpa mengorbankan kenyamanan interior dan performa  mesin mobil sport terkini,” sebut Jackson. * (Muh/Syam)