Oleh : Muhammad


Jakarta, Mediaprofesi.com - PT. Dyandra Media International, Tbk. (Dyandra), perusahaan induk (holding) dengan kode saham DYAN yang membawahi 26 perusahaan dan bergerak di industri Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE) melakukan ekpansi bisnis ke industri tourism leisure melalui unit bisnis baru : PT. Mitra Natura Raya.

 

PT. Mitra  Natura Raya mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam mengelola 4 Kebun Raya yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas di Jawa Barat, Kebun Raya Purwodadi di Jawa Timur dan Kebun Raya Eka Karya Bali (Bedugul) di Bali.


Kebun Raya Bogor merupakan kebun raya tertua di Asia Tenggara yang didirikan oleh ahli botani berkebangsaan Jerman, Dr. C.G.C. Reinwardt pada tanggal 18 Mei 1817. Kebun raya yang terletak di pusat Kota Bogor dan mencakup kawasan seluas 87 ha ini merupakan pusat konservasi tumbuhan tropika dataran rendah beriklim basah dengan jumlah koleksi sebanyak 14.057 spesimen yang termasuk dalam 213 suku, 1.248 marga dan 3.404 jenis.

 

Adapun Definisi kebun Raya (Botanic Gardens) adalah kawasan konservasi tumbuhan secara ex situ yang memiliki koleksi tumbuhan terdokumentasi dan ditata berdasarkan pola klasifikasi taksonomi, bioregion, tematik atau kombinasi dari pola-pola tersebut untuk tujuan kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan (Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011 pasal 1).


Kebun Raya Cibodas didirikan pada tanggal 11 April 1852 oleh seorang Kurator bernama Johannes Ellias Teijsman berkebangsaan Belanda dengan nama Bergtuin te Tjibodas. Kebun Raya Cibodas menjadi bagian dari bagian dari Kebun Raya Bogor sejak tahun 2003.

 

Terletak di Kota Cianjur Jawa Barat di bawah kaki gunung Gede dan Gunung pangrango pada ketinggian kurang lebih 1300-1425mdpl, sehingga udara di Kebun Raya Cibodas sangat sejuk. Memiliki luas sekitar 84 ha, topografi di Kebun Raya Cibodas ini cenderung menanjak dan berbukit.

 

Beberapa spot menarik di Kebun Raya Cibodas yaitu Taman Sakura, Taman Lumut, Taman Rhedodendron, Koleksi Pakupakuan dan Koleksi Tanaman Obat. Selain taman tematik, terdapat 2 (dua) air terjun yaitu air terjun ciismun dan Cibogo.


Kebun Raya Purwodadi didirikan pada tanggal 30 Januari 1941 oleh Dr. L.G.M. Baas Becking. Terletak di Jl. Raya Surabaya - Malang KM 65 Ds. Purwodadi Kab. Pasuruan -  Jawa Timur pada ketinggian 300mdpl dengan luasan 85 ha. Kebun Raya Purwodadi memiliki iklim kering dengan topografi datar sampai bergelombang.

 

Jenis tumbuhan yang dikoleksi di Kebun Raya Purwodadi adalah jenis tumbuhan dataran rendah kering. Koleksi tumbuhan dikelompokan ke dalam 10 lanskap koleksi tanaman yaitu, palem, paku, taman meksiko, bamboo, tanaman obat, polong-polongan, area yang dihutankan, mangga, pisang, dan tanaman Bougenville.


Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali diresmikan pada 15 Juli 1959 oleh Prof. Ir Kusnoto Setyodiwiryo. Menjadi Kebun Raya terbaik kelas dunia yang menjadi referensi nasional maupun internasional dalam bidang konservasi ex situ pegunungan tropika merupakan visi dan misi dari Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali. Berada di lereng Bukit Tapak, Desa Candi Kuning dengan ketinggian 1250-1400 mdpl, sebagai satu-satunya kebun raya yang memadukan antara alam, ilmiah dan budaya.

 

Luasan kebun raya yang semula 50 ha, pada tahun 2001 daerah itu diperluas menjadi 157,5 ha. Beberapa koleksi special Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali meliputi tanaman upacara, anggrek, tanaman obat, kaktus, pakis, tanaman air, dan pohon-pohon.


Dengan adanya kerja sama ini diharapkan upaya peningkatan pelayanan dan fungsi Kebun Raya kepada publik lebih baik. Adapun upaya peningkatan itu melalui perbaikan dan peningkatan fasilitas infrastruktur dan non infrastruktur. Harapannya, kebun raya semakin menarik dikunjungi sebagai tempat rekreasi sekaligus memberi manfaat dari sisi edukasi dan konservasi.


Maryamto Sunu selaku Corporate Secretary PT. Dyandra Media International, Tbk. berharap ekspansi bisnis ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan tercermin pada laporan keuangan DYAN.

 

Selain memperkuat bisnis yang telah ada, sebenarnya sektor tourism leisure ini bukan merupakan hal yang baru. Karena di tahun 2019 yang lalu, DYAN juga melakukan penyertaan pada PT. Eco Partners Indonesia melalui subholding company PT. Dyandra Promosindo pada bisnis kebun binatang Faunaland di Ancol. * (Muh/Syam)