Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia), sebagai salah satu dari enam bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) yang mendapat kepercayaan dari Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia untuk memfasilitasi transaksi bilateral rupiah-ringgit  dalam rangka local currency settlement (LCS).

 

Untuk memberikan sosialisasi program tersebut Maybank Indonesia telah menyelenggarakan forum bertema ”Malaysia-Indonesia Bilateral Trade through Local Currency Settlement Arrangement” di kantor Maybank Indonesia, Senayan, Jakarta.

 

Program ini dalam upaya mendorong penggunaan mata uang kawasan dalam perdagangan internasional, khususnya di kawasan ASEAN, dalam mendukung perdagangan bilateral diantara negara-negara anggota ASEAN,

 

Forum ini dihadiri sekitar 65 nasabah Maybank Indonesia yang bergerak di bidang ekspor dan impor.  Nanang Hendarsah, Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan (DPPK) Bank Indonesia menjadi key note speaker dalam event terkait.

 

Dilanjukan dengan Minister Counsellor (Trade), Embassy of Malaysia Trade Office, Naim Abdul Rahman dan Group Chief Economist Maybank, Suhaimi Bin Ilias dengan bahasan Market Update & Economic Outlook serta I Made Budhi P. Artha, Head, Global Market & Corporate Treasury, Maybank Indonesia yang menjelaskan tentang layanan Maybank Indonesia dalam mendukung LCS.

 

Seperti diketahui, pada 23 Desember 2017, Bank Indonesia, Bank Negara Malaysia dan Bank of Thailand telah menandatangani nota kesepahaman untuk membentuk kerangka kerja sama dalam mendorong penyelesaian perdagangan bilateral dan investasi langsung dalam mata uang lokal (local currency settlement).

 

Kerangka kerja sama ini akan membantu penggunaan mata uang lokal di kawasan ASEAN dan mendorong pengembangan lebih lanjut pasar keuangan regional dalam mendukung integrasi ekonomi dan keuangan yang lebih luas.

 

Dalam rangka memfasilitasi kerangka kerja LCS, Bank Indonesia, Bank Negara Malaysia dan Bank of Thailand telah menunjuk beberapa bank yang memenuhi kualifikasi utama untuk memfasilitasi transaksi bilateral.

 

”Sebagai bank yang dipercaya menjadi salah satu ACCD, kami berkomitmen untuk mendukung perdagangan bilateral dalam mata uang lokal selaras dengan misi humanising financial services, yakni dengan berkoordinasi dan bersinergi dengan Maybank Group,” kata I Made Budhi P. Artha.

 

Dalam pelaksanaannya Maybank Indonesia akan menyediakan layanan yang mendukung LCS, yakni pembukaan giro dalam denominasi ringgit Malaysia (MYR) di Maybank Indonesia, pengiriman uang (remittance) MYR/IDR (incoming & outgoing), menjadi bank koresponden remittance MYR/IDR, trade financing dalam mata uang MYR/IDR dalam rangka investasi, direct quotation MYR/IDR dan transaksi spot, forward atau swap MYR/IDR.

 

Maybank Indonesia juga menyelenggarakan ”Special Program”, yang berlangsung hingga Desember 2018, dengan menyediakan bebas biaya administrasi untuk pembukaan giro dalam denominasi MYR di Maybank Indonesia.

 

Maybank Indonesia membebaskan biaya remittance MYR (incoming dan outgoing) termasuk biaya full amount, telex dan provisi, harga khusus untuk transaksi ekpor dan impor dalam MYR dan transaksi penjaminan dengan mata uang MYR, baik untuk standby LC (SBLC/demand guarantee), counter guarantee, dan bank garansi.

 

Terakhir, Maybank Indonesia juga mengadakan ”Reward Program”, yang berlaku sejak Januari hingga Juni 2018, yang akan memberikan poin tertentu bagi nasabah yang melakukan pembukaan rekening giro MYR, transaksi valas MYR 50.000, penerbitan bank garansi, volume transaksi impor dan ekspor serta maintain average balance dimana untuk ketiga yang terakhir ini masing-masing sebesar MYR 100.000.

 

Dari poin tertentu tersebut, akan diundi untuk memperebutkan total voucher senilai Rp46 juta untuk 12 pemenang. * (Syam)