Oleh : Pratama

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - Circulate Capital, perusahaan manajemen investasi yang berbasis di Singapura mengumumkan bahwa Circulate Capital Ocean Fund (CCOF melakukan investasi perdananya di dua perusahaan daur ulang plastik yang berlokasi di Indonesia dan India, dengan total nilai investasi sebesar USD 6 juta.

 

Investasi di Indonesia diberikan kepada PT Tridi Oasis Group (Tridi Oasis), yang memiliki spesialisasi dalam mendaur ulang botol polietilena tereftalat (PET) menjadi serpihan PET daur ulang (rPET), yang digunakan untuk memproduksi kemasan daur ulang dan tekstil.

 

“Dengan berinvestasi di usaha kecil dan menengah (UKM) yang mengurangi polusi plastik dan memajukan ekonomi sirkular, kita dapat membangun bisnis berkelanjutan yang dapat bertahan melalui saat-saat krisis,” jelas Rob Kaplan, CEO, Circulate Capital.

 

Secara total dana yang dinvestasikan CCOF senilai USD 106 juta yang didukung oleh beberapa perusahaan terkemuka dunia, termasuk PepsiCo sebagai investor pertama; Procter & Gamble; Dow; Danone; CHANEL; Unilever; The Coca-Cola Company; dan Chevron Phillips Chemical.

 

Masing-masing investor tersebut tidak hanya memberikan modal, tetapi mereka juga memberikan kontribusi dalam hal keahlian teknis dan pengadaan untuk membantu skala portofolio dan mendorong dampak yang maksimal.

 

Selama perjuangan menghadapi COVID-19, Program Lingkungan PBB telah mendesak pemerintah dari berbagai negara untuk memperlakukan pengelolaan sampah sebagai layanan publik yang penting dan esensial.

 

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko kesehatan dan dampak lingkungan, serta membantu jutaan pengumpul sampah informal (pemulung) karena pendapatan mereka pun terkena dampak dari situasi saat ini. Investasi yang dilakukan melalui CCOF akan membantu dalam membangun pasar dan rantai plastik sirkular, yang dapat mencegah polusi plastik dan mendukung masyarakat setempat.

 

Selain itu, Circulate Capital pun mendukung perusahaan-perusahaan tersebut agar dapat mengelola konsekuensi yang mereka alami, sebagai dampak dari situasi krisis yang tengah terjadi saat ini, seraya menyediakan akses terhadap kredit jangka pendek bila memungkinkan.

 

Pinjaman yang diberikan kepada Tridi Oasis dijamin 50% oleh U.S. International Development Finance Corporation, bekerja sama dengan Agency U.S. untuk Pembangunan Internasional guna mendorong investasi di rantai daur ulang. Hal ini dilakukan untuk memerangi pencemaran sampah plastik laut, sekaligus meminimalisir resiko dari investasi tersebut dan mendemonstrasikan sebuah upaya pembiayaan campuran.

 

Polusi plastik adalah masalah penting bagi Indonesia, di mana tingkat sampah yang dihasilkan dari pertumbuhan populasi dan ekonominya telah melampaui kapasitas pengelolaan sampah yang dimiliki.

 

Indonesia adalah penyumbang sampah plastik laut terbesar kedua – menghasilkan 4,8 juta ton sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik setiap tahunnya, di mana ada sekitar 620.000 ton yang mengalir ke saluran air dan laut.

 

“Tridi Oasis membantu menyelesaikan masalah polusi plastik laut dengan mengubah sampah plastik menjadi peluang untuk memajukan ekonomi sirkular, memperbaiki lingkungan dan mendukung masyarakat setempat,” kata Rob.

 

Dian Kurniawati, CEO, Tridi Oasis mengatakan, kami senang dapat bekerja sama dengan Circulate Capital untuk meningkatkan kapasitas kami dalam mendaur ulang sampah plastik lokal, menumbuhkan basis pelanggan kami dan bermitra dengan berbagai perusahaan manufaktur internasional maupun lokal (termasuk para investor Circulate Capital).

 

CCOF juga mendukung Tridi Oasis dengan memberikan berbagai bimbingan dari jaringan mitra mereka, untuk membantu meningkatkan dan menghubungkan dengan rantai suplai produsen global.

 

Circulate Capital berinvestasi dan mendukung start-up, organisasi, dan UKM di seluruh rantai plastik, dari inovasi material hingga teknologi daur ulang canggih.

 

Upaya ini dilakukan untuk mengarahkan modal ke dalam pengelolaan sampah dan industri daur ulang, agar dapat membuktikan bahwa investasi di sektor tersebut bisa diukur dan menghasilkan pengembalian keuntungan yang kompetitif, sekaligus berperan aktif dalam menyelesaikan krisis plastik laut. * (Pra/Syam)