Oleh : Wahyu


Jakarta, Mediaprofesi.com - Maybank, bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset, hari ini mengumumkan laba sebelum pajak (PBT) Group untuk kuartal I yang berakhir 31 Maret 2020 naik 14,2% menjadi RM2,80 miliar dibandingkan dengan RM2,45 miliar pada periode yang sama tahun lalu,  didukung kenaikan pendapatan operasional bersih sebesar 14,7%.

 

Maybank Chairman, Datuk Mohaiyani Shamsudin mengatakan, laba bersih pada kuartal I naik 13,3% menjadi RM2,05 miliar dibandingkan dengan  RM1,81 miliar tahun lalu.

 

Pencapaian tersebut mencerminkan pengembalian ekuitas (return on equity) sebesar 10,6% dan laba per saham 18,2 sen, naik 11,4% dari 16,4 sen per saham pada periode yang sama tahun lalu.

 

Pendapatan operasional bersih pada kuartal pertama sebesar RM6,72 miliar, dibandingkan RM5,86 miliar tahun lalu, didukung oleh pertumbuhan Community Financial Service dan Global Banking.  Pendapatan berbasis fee bersih tumbuh 53,2% secara tahunan karena adanya keuntungan dari investasi dan trading, serta diuntungkan dari revaluasi derivatif dan liabilitas keuangan yang lebih tinggi.

 

Namun, pendapatan berbasis dana bersih naik tipis 0,9% mengingat laju ekspansi pinjaman yang lebih lambat dan dampak dari dua pemotongan suku bunga overnight policy (OPR) dalam kuartal tersebut.

 

Meskipun dampak pandemi COVID-19 belum sepenuhnya terlihat dalam kuartal pertama, Group tetap memantau kualitas aset secara ketat dan bekerja secara proaktif dengan nasabah, termasuk menyediakan bantuan, untuk membantu bisnis mereka tetap secara berkelanjutan dalam periode ini.

 

Group telah memutuskan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan jika diperlukan, mengingat disrupsi yang diperkirakan terjadi pada penawaran dan permintaan.

 

Untuk memitigasi risiko, ditambahkan ketentuan yang telah dibuat untuk kemungkinan penurunan nilai pada portofolio kredit yang berpotensi rentan di masa mendatang.

 

Akibatnya, net impairment losses untuk kuartal tersebut tercatat 60,7% lebih tinggi karena Group mengambil langkah untuk memastikannya tetap terlindungi dengan baik pada saat terjadi volatilitas yang dinamis di lingkungan operasional dalam beberapa bulan mendatang.

 

Menyadari bahwa pandemi COVID-19 adalah krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mempengaruhi setiap segmen komunitas kita, prioritas kita sejak awal adalah memastikan keselamatan dan kesehatan semua stakeholders, dan pelestarian mata pencaharian mereka.

 

Selaras dengan misi kami humanising financial services, Group telah berkomitmen untuk melaksanakan berbagai inisiatif seperti skema bantuan keuangan untuk peminjam dan karyawan yang memenuhi syarat termasuk moratorium enam bulan, menyumbangkan RM17,5 juta untuk pembelian peralatan medis dan pelindung serta mendukung frontliners dan keluarga yang membutuhkan; dan perlindungan asuransi untuk perawatan COVID-19, serta menyediakan platform crowdfunding online kami MaybankHeart yang mengumpulkan lebih dari RM500.000 untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19.

 

Selain itu, platform baru Sama-samaLokal dibuat di Maybank2u untuk mengakomodasi pedagang asongan dan usaha kecil, serta petani dari Cameron Highlands, yang telah sangat dipengaruhi oleh Movement Control Order sehingga masyarakat dapat mendukung mereka dengan mengkonsumsi barang-barang mereka.

 

Inisiatif kehati-hatian juga diterapkan untuk melindungi karyawan dan nasabah di gedung kami termasuk mengecek suhu, menyediakan APD dan hand sanitiser, menjaga jarak fisik dan mendorong penggunaan perbankan online daripada kunjungan ke cabang.

 

Fokus pada digital banking membantu meningkatkan nilai transaksi moneter melalui Maybank2u masing-masing sebesar 23,1%, 40,7% dan 18,3% pada kuartal I di tiga pasarutama Malaysia, Singapura dan Indonesia, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

Mobile banking melalui aplikasi mencatat kenaikan yang lebih tajam dengan nilai transaksi moneter masing-masing meningkat 98,2% di Malaysia dan 69,4% di Indonesia.

 

Demikian pula kenyamanan contactless payment kami, Maybank QRPay melihat volume transaksi tumbuh lebih dari 8 kali di Malaysia dan hampir 5 kali di Indonesia.

 

Nasabah memiliki kemudahan untuk mengajukan moratorium pembiayaan atau program keringanan melalui Maybank2u di Malaysia dan Singapura, sementara bisnis dapat membuka akun baru secara online di Malaysia dan Indonesia. * (Wah/Syam)