Oleh : Pratama

Jakarta, MediaProfesi.com – Tumbuhnya usaha yang berkaitan dengan industri fashion dengan skala besar, menengah maupun kecil di Indonesia dewasa ini. Tentunya membawa dampak positif terhadap perekonomian nasional yang terbukti dengan peningkatan pendapatan devisa dari industri tersebut serta penyerapan tenaga kerja yang mencapai 4 juta orang.

Potensi industri fashion lokal yang begitu besar serta minat konsumen mendorong dunia fashion menjadi pasar yang terbuka untuk semua kalangan. Hal ini merupakan latar belakang dari pesatnya kemajuan industri yang selain terbukti pada nilai pendapatan, juga tampak pada antusiasme insan mode dalam menyambut acara-acara fashion yang beberapa tahun belakangan semakin marak digelar.

Indonesia Fashion Week (IFW). berencna menyelenggarakan perhelatan akbar pada 23-26 Februari 2012 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Kegiatan ini akan dijadikan ikon industri fashion tanah air dalam mempersiapkan para pelakunya untuk memasuki kancah internasional dengan cara mengemas produk lokal sesuai standar internasional sehingga bisa diterima oleh pasar global yang juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing.

IFW 2012 memiliki target awal untuk menguasai pangsa pasar lokal, sebelum nantinya di tahun mendatang mengarah ke B to B. Perlu suatu gerakan untuk mengubah mindset masyarakat Indonesia bahwa produk lokal sama hebatnya dengan produk luar.

Melalui IFW, masyarakat Indonesia diajak untuk melihat keistimewaan brand dalam negeri, dengan keunikannya yang dapat bersaing dengan produk bergengsi dari mancanegara. IFW juga mengangkat sarung, gaya berpakaian timur yang khas sebagai pilihan baru dunia mode yang terbiasa berkiblat ke gaya berpakaian barat. IFW menantang pelaku industri, komunitas, perancang untuk mempresentasikan sarung sebagai tren global, sarung dalam urban style.

“Produk Indonesia itu memiliki kekayaan yang sangat unik. Orang yang bangga dengan produk luar tanpa menghargai produk negeri sendiri mendapat kerugian besar karena tidak mengamati keindahan di depan mata dan malah lebih memilih pergi jauh untuk mendapatkan hal yang serupa,” ungkap Dewi Sandra, duta Indonesia Fashion Week 2012.

IFW memiliki 4 pilar utama yaitu fashion show, trade show, kompetisi, dan seminar fashion yang menghadirkan pelaku industri fashion dunia. Tidak hanya menyaksikan karya-karya mengagumkan, para pengunjung juga diajak untuk mempertajam keahlian lewat kompetisi.

Bakat-bakat baru juga dipersiapkan untuk mengenal industri ini lebih dalam lewat edukasi yang disuguhkan. Untuk memajukan industrinya, tidak hanya diperlukan kemasan yang apik tetapi juga pengetahuan yang menyeluruh dan mendetail.

“Indonesia Fashion Week 2012 bukan suatu ajang berbasis entertainment atau ajang yang diperuntukan bagi sebagian kalangan saja. IFW adalah ajang untuk membina para pelaku fashion. IFW mengajak semua pihak untuk memajukan mode bukan hanya dari sisi kreativitas tetapi juga dari sisi bisnis,” ujar Dina Midiani, Direktur Indonesia Fashion Week.

Dina juga menambahkan, IFW akan menjadi wadah bagi para pelaku fashion Indonesia untuk belajar dan berkarya bersama. Baik desainer maupun IKM/UKM tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga konsep produk dan koleksi terbaru dengan sasaran yang jelas.

“Buyer dan merchandiser yang selama ini belanja di luar negeri dapat melihat potensi industri fashion Indonesia yang sesungguhnya melalui IFW,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, IFW melibatkan 400 brand, 200 desainer, dengan target pengunjung sebanyak 30.000 orang dalam 4 hari. Beberapa nama yang ikut terlibat diantaranya adalah Mardiana Ika, Ali Charisma, Anne Avantie, Ghea Panggabean, Carmanita, Musa Widyatmodjo, Deden Siswanto,  Era Soekamto, Barli Asmara, Ardistia, Stella Risa, Oka Diputra, Lenny Agustin, Espen Salberg, dan Sofie.

Dengan memaknai rumus 3C yaitu Creative+Collaboration+Commerce, IFW mendidik  para pelaku fashion untuk fokus kepada standar kualitas yang kompetitif di samping memperhatikan nilai seni. Selain itu, keragaman budaya kita Indonesia yang inspiratif juga bisa menjadi esensi yang membedakan IFW dari perhelatan fashion lainnya.

“Kita harus optimis bahwa kelak industri ini bisa menjadi sumber ekonomi andalan. Potensi dunia fashion yang meyakinkan, kekayaan budaya yang orisinil, dan industri yang terorganisir pasti bisa menjadikan Indonesia sebagai destinasi fashion internasional di masa mendatang,” pungkasnya. * (Pra/Syam)