Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengungkapkan bahwa mereka menargetkan 17 juta wisatawan mancanegara bisa menikmati keindahan wisata Indonesia pada tahun ini.

 

Target tersebut bukan tak beralasan, mengingat kedatangan turis asing yang sudah mencapai angka 2,3 juta dalam dua bulan pertama pada tahun 2018 ini. Secara kumulatif, jumlah ini tumbuh sebesar 7,99% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2017 kemarin.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan laporan pada periode Januari-Februari 2018, sekitar 805.538 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. Turis asal India menjadi pengunjung terbesar, kemudian disusul wisatawan turis asal Tiongkok, Malaysia, Singapura dan Timor Leste.

 

Menurut Kepala BPS, Suhariyanto menyebut posisi India tersebut terjadi tak lepas dari ketersediaan penerbangan langsung Mumbay-Denpasar oleh maskapai Garuda Indonesia.

 

Selain itu, tentunya juga tak hanya penggunaan moda transportasi melalui jalur udara saja, ada pula wisatawan mancanegara yang menempuh perjalanan ke Indonesia melalui jalur darat dan laut.

 

Sekitar 62% wisman memilih direct flight. Sedangkan 16% lainnya memilih menggunakan jalur laut (cruise) dan jalan darat atau pintu perbatasan.

 

“Pertumbuhan wisatawan mancanegara pada awal tahun ini menunjukkan tren positif. Ini menjadi sinyal bahwa beragam upaya pemulihan citra destinasi pariwisata dan promosi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ada hasilnya,” ujar Suhariyanto.

 

“Bagi Kemenpar, kenaikan ini tak lepas dari rangkaian aktivitas promosi yang dilakukan mereka di sejumlah kota besar di wilayah Asia seperti Tiongkok dan India,” ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

 

Hal tersebut juga diperkuat dengan direct flight baru antar negara yang diresmikan oleh maskapai penerbangan Indonesia sekaligus menawarkan berbagai promo tiket yang menarik kepada wisatawan mancanegara.

 

Sedangkan wisatawan lokal gemar mencari tiket pesawat murah di situs travel online untuk bepergian ke berbagai destinasi wisata tujuan.

 

“Apa pun perubahan yang terjadi terhadap jumlah kunjungan wisman akan dievaluasi semuanya,” ungkap Arief optimis menyambut target baru Kemenpar di tahun 2018 ini.

 

Kalau ada kenaikan, tambahnya, pasti akan terus dimaksimalkan. Kalau ada yang turun juga akan disikapi dan terus diupayakan agar tumbuh. Yang jelas, ini masih ada waktu bagi seluruh pelaku bisnis pariwisata bekerja. * (Syam)