Oleh : Muhammad


Jakarta, Mediaprofesi.com - Dwidayatour mendukung produktivitas para pekerja millennial Indonesia dengan fasilitas Corporate Booking Tools (CBT).

 

Dengan CBT, perusahaan akan semakin mudah dalam mengendalikan kebutuhan travel bagi para karyawan sambil tetap menjaga produktivitas selama perjalanan dinas, serta memangkas pengeluaran perjalanan dinas perusahaan hingga 50%.

 

Untuk perjalanan dinas, pekerja dari generasi millennial mengharapkan kebebasan agar segalanya dapat dilakukan sendiri, seperti booking hotel dan pesawat, melalui perangkat mobile maupun desktop.

 

Dengan cara ini, mereka dapat memilih akomodasi berdasarkan review online, ranking dan lokasi menarik setelah urusan bisnis selesai. Bagi mereka, perjalanan dinas memberikan pengalaman khusus dan kesempatan untuk mengeksplorasi lokasi yang mereka datangi lebih jauh lagi.

 

Senada dengan hal tersebut, Global Business Travel Association dan Dinova mengungkapkan hasil survei global gaya santap para professional saat melakukan perjalanan dinas.

 

Survei yang dirilis pertengahan Agustus 2018 tersebut menyebutkan bahwa 51% pekerja millennial (di bawah 34 tahun) lebih menyukai makanan fast food alias gaya dine on the go.

 

Sementara 51% dari pekerja Generation X (35-54+) menggemari gaya makan sambil berkumpul dengan koleganya atau fast casual dining, dan 71% dari Boomers (55 tahun ke atas) lebih memilih gaya wine and dine atau upscale casual dining.

 

Bagi pekerja millennial, kebebasan dalam perjalanan bisnis mereka manfaatkan seoptimal mungkin untuk lebih banyak “membuka” mata dan memberi pengalaman baru bagi lidah mereka ketimbang menghabiskan waktu bersama kolega bisnis.

 

Namun di sisi lain, perusahaan memiliki tantangan untuk menyediakan kebijakan travelling yang sesuai dengan anggaran. “Perusahaan memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola aktivitas perjalanan karyawan, dengan memprioritaskan keamanan serta kenyamanan karyawan agar tujuan bisnis tercapai.

 

Misalnya, sukses meraih business deal atau dapat mengikuti seminar dan training dengan baik selama business trip. Tetapi perusahaan juga perlu memastikan bahwa pengeluaran untuk perjalanan-perjalanan ini tidak membengkak, atau dapat disesuaikan dengan jabatan maupun benefit yang berlaku bagi masing-masing karyawan.

 

“Karena itu, perusahaan membutuhkan kebijakan perjalanan dinas atau travel policy yang fleksibel dan memastikan perusahaan mendapatkan harga terbaik,” ujar Hendriyapto, VP Commercial Dwidayatour.

 

Salah satu solusinya adalah penerapan CBT dari Dwidayatour. Melalui platform yang dapat diakses melalui desktop dan perangkat mobile ini, karyawan dapat memilih penerbangan serta hotel dari lokasi manapun selama 24 jam. Dan poses approval dapat dilakukan secara instan oleh atasan maupun lintas divisi dalam perusahaan.

 

Dengan CBT, seorang pengguna dapat memilih jenis tiket pesawat dan reservasi hotel yang sudah difilter sesuai kebijakan perusahaan, meliputi jabatan dan benefit yang diperoleh masing-masing karyawan.

 

Setelah mendapat approval, pengguna langsung menerima e-mail konfirmasi, berisi kode booking hotel maupun pesawat.

 

Dengan pembaruan teknologi yang dikembangkan oleh Dwidayatour, seluruh proses semakin cepat bahkan bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 1 menit. Dengan fitur Automation terbaru, proses approval bisa diatur lintas divisi.

 

“Dan yang paling penting, harga yang diinformasikan dalam sistem ini merupakan harga terendah dalam sistem lowest logical fare sehingga perusahaan dapat menekan anggaran perjalanan bisnis hingga 50% tanpa mengganggu proses operasional,” tambah Hendriyapto. * (Muh/Syam)