Oleh : Syamhudi


Jakarta, Mediaprofesi.com - Berawal dari hanya sekedar hobi, dewasa ini ternak burung menjadi salah satu penggerak ekonomi Indonesia, terutama roda ekonomi kerakyatan.

 

Pergerakan tersebut dapat dilihat baik dari sisi jual-beli burung, penangkaran, pakan, sangkar dan obat-obatan, serta kegiatan komunitas para pecinta burung.

 

Dengan besarnya peluang industri dan banyaknya peminat yang semakin bertambah di tahun 2019 ini, PT Dyandra Promosindo bekerjasama dengan Finchers Yogyakarta (pecinta burung Finch) akan segera menyelenggarakan Indonesia Bird Con 2019 (IBC 2019).

 

IBC 2019 yang pertama kali diselenggarakan ini mengusung tagline “The First Bird Show in Indonesia” dan bertujuan untuk mewadahi para produsen, distributor, peternak dan juga penghobi burung kicau & beauty se-Indonesia.

 

IBC 2019 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga akan memberikan unsur investasi dan informasi bagi para pecinta burung sekaligus memberikan edukasi terhadap pengunjung yang awam terhadap industri tersebut.


IBC 2019 akan digelar untuk pertama kalinya pada tanggal 1-3 Maret 2019 bertempat di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Dengan latar belakang acara yang memiliki 5 unsur, yaitu Edukasi, Rekreasi, Ekshibisi, Investasi dan Advokasi.

 

Event ini akan melibatkan berbagai pihak, baik dari sisi produsen yang memproduksi produk seperti pakan ternak, sangkar, aksesoris, bahkan juga didukung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta.


Target IBC 2019 selama tiga hari pelaksanaannya adalah 30.000 pengunjung dengan jumlah transaksi sebesar Rp 13,5 Milyar. Tentunya, dengan adanya sarana yang disediakan di pameran ini, IBC 2019 diharapkan bisa menjadi wadah bertukar informasi yang efektif.


Dari segi edukasi, IBC 2019 akan menghadirkan pakar budgie dari Chile, Bob Wilson, dan pakar finch dari Belanda, yakni Bill Salomon. Talkshow terkait dengan jenis burung yang sedang populer ini akan dibahas oleh kedua pakar tersebut sesuai dengan tema pameran.

 

Melalui talkshow ini, para audiens diharapkan dapat lebih banyak mengenal aplikasi perawatan dan budidaya ternak secara unggul dan efektif.

 

Menggandeng beberapa komunitas pecinta burung, seperti Kopata (Komunitas Parkit Yogyakarta), KLI (Komunitas Love Bird Indonesia), Indonesia Finch, Rajawali Indonesia, dan juga JFF (Jogja Free Fly), tentunya akan meramaikan IBC 2019 untuk mengajak pecinta burung berkompetisi dan menikmati acara yang telah disediakan, beberapa diantaranya yaitu Beauty Class, Singer Class, dan Free Fly class setiap hari-nya.

Bagi pengunjung yang awam terhadap burung akan diberikan program-program menarik seperti undian berhadiah dari tiket masuk, lelang burung, dan juga photography exhibition yang menyuguhkan foto-foto terbaik di dunia burung.

 

Historical exhibition yang disediakan sebagai informasi mengenai perkembangan dan sejarah dunia perburungan hingga sangat diminati sampai saat ini. Hal tersebutlah yang akan menjadikan IBC 2019 berbeda dengan pameran sejenis lainnya.


Selain itu, IBC diwujudkan sebagai sarana rekreasi yang nantinya diharapkan menjadi salah satu destinasi setiap tahun untuk menunjang sektor pariwisata, khususnya Yogyakarta.

 

Tidak menutup kemungkinan, ke depannya IBC ini bisa masuk ke dalam daftar pameran tahunan yang diincar oleh wisatawan, baik itu domestik maupun mancanegara. * (Syam)