Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com – Dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan RI Ke 74, Alleira Batik turut ambil bagi dalam program pelestarian corak batik warisan budaya bangsa, dengan meluncurkan modifikasi desain motif atau corak Batik Solo.

 

Peluncuran digelar di Boutiq Alleira, Plaza Indonsia Lantai 3, Jakarta, pada hari Jumat (23/8/2019), kegiatan ini didukung oleh Forum Alumni Nusantara (FAN) serta GAIA Tea.

 

“Modifikasi desain motif batik Solo yang dikembangkan menjadi sebuah rancangan desain yang indah dengan tetap mengambil beberapa motif corak batik Solo,” ujar Anita Asmaya Sanin, Creative Director Alleira Batik yang di jumpai redaksi Mediaprofesi.com di sela acara peluncuran hari Jumat (23/8/2019) di Jakarta.

 

Anita menyatakan dalam modifikasi rancangan corak desain kali ini lebih ke batik Solo secara keseluruhan, tidak ada penentuan motif khusus, karena motif batik Solo itu banyak sekali.

 

Dia bahkan mengakui keluar dari pakemnya Alleira Batik, dimana Alleira Batik dikenal dengan penuh warna warni. “Walau bukan untuk pertama kali ini saja, dulu juga pernah kita buat, tapi sekarang mau dibanyakin, karena peminatnya banyak.”

 

Jadi batik klasik itu juga banyak, sambungnya, seperti visi Alleira bahwa kita mengembangkan batik, jadi tidak terpaku dengan satu ciri khas batik daerah saja.

 

Namun demikian, dimana tugas kita, lanjutnya adalah ingin mengembangkan semua batik yang ada di seluruh Indonesia, satu diantaranya adalah batik Solo.

 

“Kita nanti Insya Allah akan mengeksplor ragam hias batik Soloan, ide dan inspirasinya dari batik Soloan tapi mau kita kemas secara modern, sesuai dengan brand nya Alleira Batik,” terang Anita.

 

Kalau untuk motif, Anita menyatakan tidak bisa terpaku dengan satu motif seperti yang kita lihat ini, jadi yang kita ingin ekspos adalah warna, dimana warna sogan, walaupun dia hanya punya dua atau tiga warna yakni coklat, hitam dan putih.

 

Kemudian warna coklat, hitam dan cream, atau merah, coklat dan hitam, dimana unsur batik Soloan nya itu tetap kelihatan, kemudian unsur brandnya Alleira Batik juga kelihatan, kemudian unsur fashion modern juga kelihatan.

 

Memang seperti yang tadi dibilang bahwa boleh memakai acuan batik-batik yang tradisional, tapi bukan berarti kita terpaku dengan sesuatu yang tradisional, kemudian cocok dengan benderanya Alleira Batik yang ingin membawa sesuatu produk menjadi lebih modern yang bisa diterima oleh pasar terutama di pasar internasional yang bisa membawa baik nama Indonesia

 

“Kita bermain di warna Coklat, hitam dan putih, tapi ada juga nanti yang warna unsur nya merah, tapi warna sogan coklatnya tetap keluar,” tutupnya di akhir perbincangan. * (Syam)