Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - Tahun ini pertama kalinya Tijili Hotel Benoa mengikuti semua proses penilaian dan berpartisipasi dalam Tri Hita Karana Awards.

 

Tri Hita Karana award sendiri merupakan ajang tahunan sebagai pengakuan terhadap perusahaan-perusahaan yang berkecimpung di bidang pariwisata, dalam mengikuti dan melestarikan filosofi tradisional Bali serta mempraktikkan hubungan yang harmonis dengan masyarakat, Tuhan dan lingkungan.

 

Untuk mengikuti program THK Awards 2019, Tijili Hotel Benoa harus melalui empat tahapan yakni mengisi "initial screening" sebagai tanda kesediaan untuk menjalani penilaian dari tim asesor.

 

Pada tahap ini, Tijili tim memberikan informasi terkait manajemen dan aktivitas tanggungjawab sosial yang telah dilakukan selama tiga tahun berturut-turut, serta mengikuti pelatihan dasar THK yang diberikan oleh Dewan Pakar dari Yayasan THK.

 

Penghargaan yang diberikan sesuai dengan nilai terhadap aktivitas implementasi THK yakni untuk kategori Bronze atau perunggu, Silver atau perak, dan Gold atau emas.

 

“Kami berharap aktivitas, pencapaian, inovasi maupun keunikan yang kami lakukan bisa memberikan persepsi positif, sehingga kedepannya kami bisa terus mengimplementasikan nilai-nilai dalam Tri Hita Karana dan bisa membagi manfaatnya di tingkat dunia, terutama terkait pemanasan global yang termasuk dalam kriteria Palemahan, ujar Patrick LeProvost, General Manager Tijili Hotel Benoa

 

Tri Hita Karana, secara harfiah diterjemahkan sebagai Tiga Penyebab Kemakmuran, membawa hubungan harmonis. Konsep universal ini menyatukan hubungan seseorang dengan Tuhan (Parahyangan), Sekelilingnya (Palemahan) dan Kemanusiaan (Pawongan).

 

Gaya hidup yang harmonis ini termasuk menjaga keseimbangan dunia spiritual dan fisik. Ini membuat kita mempunyai rasa memiliki dan bertanggung jawab untuk kita sendiri, dalam kehidupan, hubungan, komunitas dan lingkungan.

 

Tri berarti tiga, Hita berarti kemakmuran, dan Karana berarti penyebabnya. Dalam terminologi bahasa Sanskerta, Tri Hita Karana adalah tiga elemen yang memanifestasikan kebahagiaan, atau tiga faktor yang menciptakan kesejahteraan fisik dan spiritual.

 

 

Ini adalah strategi universal untuk menjaga keseimbangan, kompatibilitas, dan harmoni kehidupan di Bumi Pertiwi. Konsep Tri Hita Karana terdiri dari tiga kearifan utama: Parhyangan atau kearifan keharmonisan kehidupan antara manusia dengan Tuhan.

 

 

Kemudian Palemahan atau kearifan keharmonisan kehidupan antara manusia dan alam sekitarnya, dan pawongan atau kearifan harmoni kehidupan. hidup antara manusia satu sama lain.

 

 

Dipercaya bahwa keselarasan di antara ketiga aspek ini dapat menghasilkan manfaat maksimal bagi kesejahteraan spiritual, mental, dan fisik manusia. * (Syam)