Oleh : Riyoko

Jakarta, MediaProfesi.com Di awal tahun baru 2012 berhembus angin segar dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad yang menegaskan dalam waktu dekat ini akan membeberkan actor intelektual di balik kasus suap cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS-BI) 2004.

Menurut Ketua KPK Abraham Samad, saat ini pihaknya sudah mengantongi siapa aktor intelektual yang berperan di balik kasus cek pelawat. Dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menetapkan tersangka siapa orang di balik kasus tersebut.

"Kita akan membongkar aktor intelektualnya. Tinggal menunggu hari saja. Semua orang yang terindikasi terlibat cek pelawat semua akan kita periksa," kata Abraham ketika ditemui di kantornya, Senin malam (2/1/2012).

Abraham mengatakan, KPK terus berupaya untuk membongkar siapa otak di balik kasus yang menyeret 30 anggota DPR periode 1999-2004 ini. KPK, lanjutnya, tidak akan ragu untuk membongkar pihak-pihak yang terindikasi terlibat.

"Kita berusaha membuka sejauh mungkin. Sehingga tidak berhenti di sini saja. Siapapun yang terlibat, di dalam kasus ini, akan kita ungkap, tidak akan kita tutupi," tegas Ketua KPK yang baru menjabat ini.

Lebih lanjut Abraham meminta publik bersabar untuk mengetahui aktor intelektual di balik kasus suap cek pelawat kepada puluhan anggota DPR periode 1999-2004 dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) 2004.

Menurut Abraham, jajarannya masih terus berusaha maksimal untuk mengungkap kasus ini secara keseluruhan, tanpa ada pihak yang ditutupi atau pun dilindungi jika ada bukti yang menguatkannya. "Pokoknya, kasus Nunun kita berusaha membuka sejauh mungkin, sehingga tidak berhenti di sini saja kita bisa mengungkap aktor-aktor intelektual. Intinya itu," jelasnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Nunun sebagai tersangka. Nunun yang melarikan diri ke luar negeri baru tertangkap di Thailand pada 7 Desember 2011 lalu.

Melalui kuasa hukumnya, Nunun yang diperiksa KPK selaku perantara cek, telah mengakui mengenal dekat dengan Miranda jauh-jauh hari sebelum pemilihan DGS BI itu dilangsungkan di Senayan.

Dikatakannya, Nunun lah yang memperkenalkan Miranda ke empat mantan anggota DPR, yang juga telah menjadi terpidana kasus ini. Itu dilakukan karena Miranda meminta bantuan karena ingin mencalonkan diri dalam pemilihan DGS BI. Keempatnya, yakni Endin J Sofihara (F-PPP), Udju Djuhaeri (F-TNI/Polri), Hamka Yandhu (F-P Golkar), dan Paskah Suzetta (F-P Golkar).

Sebelumnya, juru bicara KPK Johan Budi menyatakan pihaknya segera memeriksa DGS BI yang terpilih dalam pemilihan di Senayan saat itu, Miranda Swaray Goeltom. Pemeriksaan ini untuk mengkonfirmasi sejumlah pengakuan Nunun. * (Riy/Syam)