Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com – Roy Tobing si Sang Maestro Senam yang berprofesi sebagai seniman tari dan mengerjakan pekerjaan koreografi demi kelangsungan hidupnya, mulai merintis sebuah bentuk gerakan-gerakan sistematis untuk persenaman dan kebugaran tubuh, sehingga dia berhasil menciptakan senam yang diberi nama “The Art of Body Language Exercise”.

Penemuannya tak begitu saja didapatkan, tetapi sebelumnya yakni pada tahun 1986 dengan dana pribadi, dia melakukan studi banding gerakan senam yang ditemukannya ke sebuah Sport Instituted yang bernama MARTIN DE VRIES INSTITUTED di kota Amsterdam, Belanda.

Dari hasil studi banding tersebut, akhirnya dia mendapatkan sertifikat TERBAIK sebagai penemu Body language Exercises. Tim dari MARTIN DE VRIES INSTITUTED menilai gerakan senam baru yang dikreasikan oleh Roy Tobing dapat dipertanggungjawabkan.

Berbekal sertifikat yang didapat, sekembalinya ke Indonesia, dimana pada tahun 1990, Sang Maestro Senam mulai membuka kelas Body Language di rumahnya yang berlokasi di Jl. Bangka V, Jakarta.

Meski fasilitas studionya tidak terlalu besar, namun jadwal mengajar privatenya penuh dengan peserta yang berasal antara lain dari ibu-ibu pejabat, istri-istri eksekutif, para model ternama, penyanyi dan bintang film yang terkenal di zaman itu.

Dia menceritakan salah muridnya seorang penyanyi dan bintang film yang berhasil dalam mengikuti program senam, karena setelah melahirkan ia dapat menurunkan berat badannya sekitar 20 kg. Kemudian artis tersebut membawa kakaknya yang juga berprofesi artis film untuk mengikuti kelas yang diajarkan asisten Roy Tobing yang bernama Nur Pria.

Si kakak Artis tersebut pada tahun yang sama yakni 1990 juga membuka studio senam. Kepada salah satu media cetak, artis tersebut berkomentar bahwa yang ia buka adalah sanggar tari, namun dalam kenyataannya studio senam miliknya mengajarkan senam Body Language.

Sontak saja hal tersebut membuat Roy Tobing kaget, karena merasa hak cipta miliknya dirampas begitu saja tanpa seizing dirinya, terlebih lagi dia juga mengajak asisten Sang Maestro Senam yang bernama Nur Pria bergabung dengan si Kakak Artis.

“Krena membuat karya bukan seperti membalikkan telapak tangan, tetapi saya menghabiskan waktu selama 17 tahun dengan mengorbankan waktu dan biaya,” kata Roy Tobing kepada wartawan hari ini, Jumat (26/12/2014) di Jakarta.

Akhirnya pada tahun 2000, Roy Tobing mendaftarkan karya ciptanya “The Art of Body Language Exercises” ke Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI, an. Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dengan nomor 020923.

Setelah mendengar dan mengetahui Roy Tobing mendapatkan HAKI, artis tersebut mengganti nama senamnya dari Body Language dengan nama lain. Tetapi semua gerakan dan metode yang diajarkan tetap memakai gerakan dan metode Body Language yang diciptakan Roy Tobing, hingga saat ini.

Roy menegaskan, yang lebih membuat dirinya merasa geram dan marah, selain menyalahgunakan senam Body Language karya ciptanya untuk kepentingan bisnis pribadi sejak tahun 1990 hingga saat ini atau selama 24 tahun, si Artis tersebut justru menggugat murid-murid Roy yang mengajarkan senam Body language di sanggar-sanggar lain ke Polisi.

“Hak Cipta saya adalah Hak Intelektual saya, sama dengan harta kekayaan saya,” ujar Roy Tobing, sehingga hal itulah yang menguatkan dirinya melaporkan sang Artis ke Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya pada tanggal 7 November 2014, dengan Tanda Bukti lapor nomor : TBL/4052/XI/2014/ PMJ /Dit.Reskrimsus dengan dugaan Tindak Pidana Dibidang Hk Cipta Pasal 112, Pasal 113, dan atau 116 UU RI No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Dan ancaman hukuman 5 tahun dan atau denda sebesar Rp miliar.

Menurut kuasa hukum Roy Tobing yang juga mendampinginya dalam jumpa pers, Erik Aritonang dari kantor pengacara Benny Yoesoef & Associated, mengatakan sebelumnya pada tanggal 4 November 2014 pihaknya telah melayangkan somasi kepada sang Artis. Namun Artis bersangkutan tidak mengakui Hak Cipta Roy Tobing, bahkan si Artis mengatakan itu adalah Hak Cipta dia.

Erik Aritonang juga menuturkan bahwa hingga saat ini pihaknya sedang menghitung kerugian material maupun inmaterial yang ditimbulkan dari pelanggaran Hak Cipta ini selama 24 tahun. Karena si Artis tersebut telah mengembangkan bisnisnya ke berbagai daerah dengan membuka frenchise. * (Syam)