Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) merasa prihatin atas terjadinya pemukulan oleh seorang oknum pejabat Satpol PP Pemkab Gowa terhadap dokter dan perawat di RSUD Syekh Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

 

Dari berbagai sumber yang dihimpun redaksi MediaProfesi.com, pelaku menampar kedua korbannya karena tersinggung saat dirinya diminta keluar dari ruang IGD ketika sedang membesuk salah satu kerabatnya.


Atas kejadian pemukulan tersebut, kedua korban telah membuat laporan ke polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Gowa dengan nomor: LP/837/IX/2015/SPLT. Laporan dibuat sesaat setelah kejadian pada Jumat malam (25/9/2015).


Sekretaris Jenderal, PB IDI, Dr. Daeng M Faqih, SH.MH dalam siaran persnya mengatakan, PB IDI menyesalkan atas kejadian tersebut mengingat kejadian tersebut terjadi pada saat dokter (Dr. Nunung Meisari) dan perawat (Hernawti) menjalankan tugasnya.

 

“Kami khawatir apabila kekerasan terhadap tenaga kesehatan selalu terjadi maka akan berdampak pada kinerja dan akhirnya akan merugikan masyarakat,” kata Dr. Daeng dalam siaran persnya kepada redaksi MediaProfesi.com hari ini, Senin (5/10/2015).

 

Dia meminta aparat penegak hukum mengusut secara tuntas dan se adil-adilnya serta berharap Institusi Kesehatan, Pengelola Rumah Sakit termasuk Pemerintah dapat mengambil langkah-langkah kebijakan dalam melindungi tenaga medis.

 

Dalam rangka pembinaan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di dalam praktek dan dinamika sosial dewasa ini. “Pemerintah sebagai regulator kesehatan seyogyanya dapat mengembangkan regulasi perlindungan khusus kepada tenaga kesehatan guna meningkatkan mutu pelayanan dokter dan Rumah Sakit,” ujarnya. * (Syam)