Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com – Dalam sidang lanjutan kisruh Asosiasi Pedagang Komputer Indonesia (Apkomindo) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur yang berlangsung hari Kamis (11/2/2016) menghadirkan dua orang saksi dari pihak Tergugat II Intervensi.

 

Agenda sidang kali ini hanya mendengarkan kesaksian dari dua orang mantan pengurus Ketua DPP Apkomindo di daerah. Kedua saksi tersebut adalah Lukas Lukmana pengurus DPD Apkomindo Semarang dan Ridwan pengurus DPD Apkomindo Pekanbaru.

 

Kekisruhan yang menyebabkan terpecah menjadi dua kubu.berawal dari adanya gugatan kepemilikan sah logo dan nama Apkomindo yang digunakan oleh kepengurusan Apkomindo.

 

Pihak penggugat,Sonny Franslay, yang merupakan salah satu pendiri Apkomindo di tahun 1991 mempermasalahkan DPP Apkomindo yang masih menggunakan logo dan nama tersebut.

 

Dampak adanya gugatan oleh pendiri terhadap DPP Apkomindo yang meneruskan perjalanan asosiasi yang dilahirkan pihak pendiri sendiri, dimana dibawah kepemimpinan hasil Munas Jakarta pada tahun 2015 telah mendapat dukungan penuh dari seluruh DPD Apkomindo di Indonesia, dan program nya pun berjalan dengan baik sesuai dengan AD/ART.

Dalam gugatannya pihak Sonny merasa bahwa nama dan logo Apkomindo merupakan ciptaannya yang terdaftar pada Direktorat hak cipta dan kekayaan intelektual (Haki) KemenkumHAM pada 2011 lalu. Pihaknya berpendapat, DPP Apkomindo tidak bisa menggunakan logo dan nama tersebut.

 

Sebaliknya, pihak DPP Apkomindo periode 2015 – 2018 yang kini di komandani oleh Soegiharto Santoso, menyatakan bahwa penggunaan logo dan nama Apkomindo bukanlah pelanggaran hak cipta.

 

"Sebab dalam akta pendirian Apkomindo tahun 1992 sudah sangat jelas tertulis Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia atau di singkat Apkomindo, selain itu juga tertulis Apkomindo telah dimulai pada tanggal 13 Des 1991," ujar Soegiharto yang biasa disapa Hoky saat ditemui di Gedung PTUN Jakarta.

 

Kedua saksi yang dihadirkan dipersidangan terlebih dahulu diambil sumpah menurut agama yang dianutnya, yakni Lukas diambil sumpah menurut agama Kristen dengan memegang kitab Injil, dan Ridwan bersumpah di bawah Al Quran berdasarkan agama Islam.

 

Kepada majelis hakim, kedua saksi kompak mengaku tidak pernah mengetahui bahwa logo dan nama Apkomindo telah didaftarkan hak ciptanya. Baru belakangan ketika digugat secara hukum, keduanya mengetahui hal tersebut.

 

"Selama ini DPP Apkomindo di daerah menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti pameran, sosialisasi, dan lain-lain dengan membawa nama serta logo Apkomindo sejak bertahun-tahun lalu,” ujar Lukas di depan majelis hakim.

 

Lukas juga menambahkan, selama kegiatan yang dilaksanakan DPD Apkomindo Jawa Tengah tidak pernah sama sekali menerima adanya larangan dari pihak pak Sonny baik secara lisan maupun tertulis.

 

Hal senada disampaikan oleh saksi Ridwan pun mengatakan bahwa pihaknya selalu menggunakan nama dan logo Apkomindo dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan berkaitan dengan organisasi. Tetapi seingatnya, tidak pernah satu pun pihak dari Yayasan Apkomindo menyatakan keberatan akan hal tersebut.

 

Majelis hakim sebelum menutup sidang memberikan kesempatan kepada pihak yang bersengketa untuk saling melengkapi data dan bukti tambahan pada persidangan berikutnya yang akan dilaksanakan pada hari Kamis minggu depan tanggal 18 Februari 2016.

 

“Ini adalah sidang terakhir sebelum pada sidang berikutnya majelis hakim membacakan putusan hasil sidang gugatan yang sudah berlangsung sejak bulan September tahun 2015,” ujar ketua majelis hakim. * (Syam)