Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com – Indonesia merupakan pasar potensial bagi pelaku industri Taiwan, dimana Indonesia memiliki industri manufaktur mobil terbesar kedua di Asia Tenggara.

 

Tentunya industri mesin dan perlengkapan manufaktur berperan penting dalam menunjang kegiatan proses produksi untuk menghasilkan barang berkualitas.

 

“Taiwan adalah produsen alat mesin terbesar ke-7 di dunia yang menguasai 5 sampai 6 persen pangsa pasar global,” ujar John C. Chen, Perwakilan dari Taipei Economic and Trade Office di Indonesia di booth Taiwan di ajang pameran Manufacturing Indonesia 2017, hari ini Rabu (6/12/2017) di Hall A JIExpo Kemayoran, Jakarta.

 

Menurut John C. Chen, produsen mesin manufaktur Taiwan pun telah berhasil mengintegrasikan perangkat dan aplikasi canggih ke dalam produknya.

 

Kecanggihan mesin manufaktur terbaru ini dapat dilihat di booth Taiwan yang terletak di Hall A 3216-3317 dalam ajang pameran Manufacturing Indonesia 2017, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

 

Dalam ajang kali ini, Taiwan membawa sebanyak 112 perusahaan dan diantaranya menampilkan peralatan mesin industri otomotif dengan sistem robotik berteknologi internet of things (IoT) yang sudah menuju kepada teknologi 4.0, dimana peralatan ini sebanding dengan mesin pesaing yang terlebih dahulu ada, seperti mesin dari negara Eropa, Amerika Jepang, dan Korea.

 

Taiwan sendiri menjadi salah satu pemasok utama peralatan mesin ke pasar Indonesia. Dalam kurun waktu tahun 2016, impor peralatan mesin buatan Taiwan mencapai USD 59,48 juta.

 

Sehingga Taiwan menjadi negara pemasok peralatan mesin terbesar ketiga bagi Indonesia yang menyumbang 11% dari total impor tahunan Indonesia, yang nilainya mencapai USD 556,011 juta.

 

Sementara dari Januari hingga Juli tahun ini, impor alat mesin buatan Taiwan mencapai USD 35,563 juta atau meningkat 9% dibanding periode yang sama tahun lalu.

 

John C. Chen mengungkapkan dari total mesin bubut dan mesin putar yang diluncurkan pada periode Januari- Desember tahun lalu, Indonesia menyerap peralatan tersebut senilai USD 66,53 juta.

 

Dengan demikian Taiwan menyumbang 12,03% dari total, dengan nilai USD 8 juta. Sedangkan untuk permesinan, Indonesia mengimpor total USD 491 juta pada periode yang sama, dengan Taiwan memasok 14,26% atau sekitar USD 11,40 juta.

 

Ekspor mesin bubut center dari Taiwan ke Indonesia merupakan yang tertinggi ke-2 tahun lalu, sedangkan ekspor mesin bubut dan mesin putar dari Taiwan ke Indonesia berada di peringkat keempat tertinggi di tahun ini. * (Syam)