Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Croplife Indonesia, sebuah organisasi non profit yang membawahi delapan perusahaan pestisida multinasional menyebut bahwa peran media punya andil besar dalam memberikan edukasi dan kampanye positif tentang pertanian, terutama penggunaan produk perlindungan tanaman.

 

Ke delapan perusahaan pestisida multinasional yaitu Bayer, Monsanto, BASF, Dow Agroscience, FMC, Dupont, Nufarm dan Syngenta.

 

“Fokus masalah dari CropLife Indonesia kurangnya tata kelola pertanian yang dimiliki oleh para petani,” ujar Agung Kurniawan selaku Direktur Executive CropLife Indonesia.

 

Agung menyebut selama ini petani mengalami banyak kerugian, terutama karena tingginya biaya produksi dan ancaman gagal panen yang mungkin disebabkan oleh serangan hama dan penyakit.

 

Untuk menyikapi hal ini, sambungnya, Croplife menghargai peran media sebagai jembatan penting yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara aktual, faktual serta terpercaya.

 

Dalam memberikan apresiasi terhadap media, CrofLife mengumumkan hasil dari lomba pemberitaan dengan judul “CropLife Agriwarta Awards 2018” pada tanggal 6 Maret 2018 di hotel Aston, Jakarta selatan.

 

Lomba dengan tajuk “Tata Kelola Penggunaan Produk Perlindungan Tanaman/ Pestisida yang Aman dan Berkelanjutan atau dikenal dengan Stewardship Program”.

 

Penjurian yang dilakukan oleh internal CropLife Indonesia, Perusahaan anggota CropLife dan juga dari Karsa memilih 3 berita dari kategori media nasional dan media khusus pertanian.

 

“Inovasi dan teknologi produk perlindungan tanaman dan bioteknologi yang aman. Berorientasi pada kesehatan pengguna dan lingkungan serta berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kualitas sub-sektor pertanian dalam terwujudnya swasembada dan ketahanan pangan,” ujar Agung.

 

Dia juga meyakini bahwa dengan adanya kerjasama dan bantuan dari media, maka akan mempercepat informasi kepada masyarakat, khususnya petani.

 

Penggunaan sosial media dan aplikasi android juga merupakan terobosan baru yang untuk pertama kalinya diterapkan.

 

“Sebagai aplikasi pertanian terdepan di Indonesia, kami bangga untuk bersama sama Croplife dan Karsa menyebarkan pengetahuan pertanian yang baik di kalangan petani.Kami sangat mendukung usaha ini dan penggunaan teknologi digital secara tepat guna,” kata Yudha Kartohadiprodjo, pendiri dari KARSA.

 

Yudha menyebutkan lebih dari 30.000 pengguna yang melihat acara ini baik melalui app, web maupun dari social media jaringan Karsa. * (Syam)