Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas merilis pertemuan dengan seluruh pemangku kepentingan hari ini, Rabu (23/5/2018) dalam memperingati hari jadi komitmen keberlanjutannya, Forest Conservation Policy (FCP), yang kelima.

 

Pada pertemuan ini, APP Sinar Mas memaparkan kemajuan yang telah dicapai sejak tahun 2013, mengidentifikasi tantangan yang ada, serta menegaskan komitmennya di bidang-bidang yang masih membutuhkan upaya lebih lanjut.

 

FCP terdiri dari empat komitmen utama, yaitu melindungi hutan alam, mengelola lahan gambut dengan lebih baik, bermitra dengan masyarakat setempat, dan menerapkan rantai pasokan yang berkelanjutan.

 

Sejak FCP diluncurkan pada Februari 2013, APP telah mencatat sejumlah kemajuan signifikan di keempat komitmen tersebut, termasuk:

o Pertama, Mengakhiri konversi hutan alam oleh pemasok kayu dan pulp, serta beralih menuju proses produksi yang 100% menggunakan kayu dari perkebunan.

o Memastikan rantai pasokan tetap bebas dari deforestasi, dengan sistem kepatuhan yang kuat dan diverifikasi oleh pihak ketiga.

o Memangkas area yang terkena dampak kebakaran hutan pada tahun 2017 hingga menjadi 0,01% dari total bruto luas area

o Memangkas tingkat kehilangan hutan alam oleh pihak ketiga di wilayah perlindungan pemasok APP Sinar Mas hingga menjadi 0,1% (Mar 2017 - Jan 2018)

o Telah menyelesaikan 46% konflik sosial

 

APP Sinar Mas juga telah bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk meningkatkan kualitas penghidupan mereka, serta memberdayakan penduduk desa setempat untuk memanfaatkan teknik pertanian modern yang lebih berkelanjutan.

 

Sebagai hasilnya, insiden penggundulan hutan oleh pihak ketiga, serta kebakaran hutan dan lahan, telah berkurang secara signifikan pada tahun 2017.

 

“APP Sinar Mas kini telah menjadi perusahaan yang sangat berbeda sejak memulai komitmen Forest Conservation Policy lima tahun lalu,” tutur Managing Director APP Sinar Mas Goh Lin Piao dalam siaran persnya kepada MediaProfesi.com hari ini, Rabu (23/5/2018) di Jakarta.

 

Goh Lin Piao menjelaskan kemajuan yang kami buat tidak mungkin terjadi tanpa dukungan dari mitra teknis kami, pelanggan, Pemerintah Indonesia, maupun rekan-rekan LSM yang telah memberikan kami kritik membangun maupun dorongan untuk menjadi lebih baik.

 

“Kami bangga dengan apa yang telah kami capai bersama saat ini, tetapi kami juga menyadari bahwa kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah, misalnya dalam hal sengketa tanah, perambahan hutan ilegal, dan mungkin yang terpenting, masalah kemiskinan di pedesaan,” pungkasnya.

 

Dalam lima tahun sejak menerapkan FCP, APP Sinar Mas telah menginvestasikan sekitar USD300 juta untuk menjalankan sistem pemantauan hutan, restorasi lanskap, pencegahan kebakaran, penelitian lahan gambut, pemberdayaan masyarakat, dan lain-lain.

 

Perusahaan juga melakukan investasi untuk mengidentifikasi area Nilai Konservasi Tinggi (HCV) dan Stok Karbon Tinggi (HCS), serta menyusun peta lahan gambut secara rinci, baik di dalam maupun di sekitar wilayah konsesi pemasoknya.

 

“Informasi ini sangat penting dalam membantu APP Sinar Mas untuk mengidentifikasi area-area yang teramat penting untuk dilestarikan dan dilindungi,” tuturnya. * (Syam)