Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com – Kebakaran hutan hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan pihak terkait lainnya.

 

Upaya dengan berbagai cara sudah dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan yang di dalamnya juga tidak terlepas dari lahan gambut.

 

Seperti upaya yang dilakukan Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada hari ini, Senin (18/3/2019) sepakat melakukan percepatan pemulihan ekosistem gambut secara terukur dan seksama.

 

Sinergitas tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BRG dan LAPAN tentang penyediaan dan pemanfaatan data dan informasi penginderaaan jauh untuk mendukung restorasi ekosistem gambut.

 

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini menunjukkan penegasan komitmen kedua belah pihak terkait penyediaan dan pemanfaatan data infomrasi penginderaan jauh untuk kegiatan restorasi ekosistem gambut,” ujar Nazir Foead, Kepala BRG.

 

Menurut Nazir, dengan kerja sama ini, pelaksanaan restorasi dapat ditingkatkan terutama dengan adanya penyediaan data-data dan informasi penginderaan jauh yang frekuensi peroleh dan jenisnya beragam.

 

Kerja sama yang akan berlangsung hingga 31 Desember 2020 ini akan mencakup pemanfaatan data dan informasi penginderaan jauh berupa identifikasi burn scar, jaringan kanal, pembukaan lahan dan data hotspot.

 

Selain itu dalam kerja sama ini akan dilaksanakan pengembangan system informasi dan monitoring pelaksanaan restorasi ekosistem gambut, serta pemanfaatan dara LiDAR dan hasil inventarisasi ekosistem gambut di 7 provinsi.

 

Ditempat yang sama, Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin menyatakan dampak kebakaran hutan juga akan berdampak terhadap kebakaran lahan gambut yang ada di dalamnya, sehingga mengeluarkan hembusan asap yang luar biasa.

 

“Kami menginginkan titik panas (hotspot) ini nantinya akan mudah di akses oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih cepat tentang sebaran hotspot yang ada di dalam lahan gambut,” ujar Thomas.

 

Dia juga juga menjelas, data citra satelit ini yang menggunakan resolusi tinggi ini tidak hanya memberikan informasi dari permukaan saja, namun juga bisa menembus hingga ke dalam lahan gambut.

 

Namun, sayang pada kesempatan ini tidak disebutkan secara spesifik teknologi apa yang digunakan dan kecanggihan yang dimiliki alat ini untuk mendeteksi hotspot dari kedalaman lahan gambut yang ada di dalam perut bumi. * (Syam)