Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - PT Mitra Kiara Indonesia (MKI), perusahaan hasil pengembangan bisnis dari PT Semen Indonesia (Persero), Tbk (Semen Indonesia), memulai pembangunan pabrik mortar baru berkapasitas 375 ribu ton per tahun di Narogong, Gunung Putri, Jawa Barat.

 

Diperkirakan selesai dibangun pada tahun 2020, pabrik seluas dua hektar ini akan berdiri di atas lahan milik PT Solusi Bangun Indonesia yang telah dimiliki oleh Semen Indonesia sejak bulan Januari tahun 2019.

 

Simbolisasi ground breaking pembangunan pabrik mortar milik MKI ini dilakukan kemarin, Rabu, 29 Agustus 2019, oleh Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso, Direktur Strategi Bisnis & Pengembangan Usaha Semen Indonesia, Fadjar Judisiawan, Direktur Pemasaran & Supply Chain Semen Indonesia, Adi Munandir, Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Aulia Mulki Oemar, dan Direktur MKI, Mirza Whibowo Soenarto.

 

“Pengembangan usaha Semen Indonesia untuk memproduksi mortar sudah menjadi rencana sejak lama karena telah mempertimbangkan besar potensinya, baik dari sisi produksi maupun dari sisi pasar,” jelas Fadjar Judisiawan, Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha, PT Semen Indonesia (Persero), Tbk.

 

Fajar menyatakan optimis bahwa 375 ribu ton mortar yang akan diproduksi tiap tahunnya dapat memenuhi kebutuhan 12% pangsa pasar mortar di Indonesia, khususnya wilayah Jawa dan Bali, terlebih lagi dengan melihat masih akan banyak munculnya proyek-proyek pembangunan gedung.

 

Bisnis mortar yang berjalan di bawah manajemen MKI ini tidak menggunakan sistem Original Equipment Manufacturer atau makloon, di mana mortar dibeli dari perusahaan lain tanpa label, seperti yang dilakukan banyak produsen mortar di Indonesia.

 

Hal ini dilakukan karena MKI ingin mengembangkan berbagai inovasi dan menghasilkan produk melalui kontrol kualitas berstandar tinggi sebagaimana telah diimplementasikan oleh Semen Indonesia pada produk semen konvensionalnya.

 

Komposisi produksi mortar terdiri dari semen, pasir, batu kapur (lime stone), dan perekat, yang pada umumnya menggunakan pasir alam, namun kini MKI telah mengembangkan inovasi teknologi yang dapat mengolah batu kapur hasil penambangan untuk produksi semen konvensional milik Semen Indonesia sehingga dapat mengurangi penggunaan pasir alam.

 

Dengan penggunaan pasir alam yang semakin sedikit, tentu akan memberikan dampak yang lebih positif kepada lingkungan karena ketergantungan yang semakin kecil pada pasir alam sebagai bahan mentah.

 

Selain itu, MKI juga akan memanfaatkan produksi semen konvensional milik Semen Indonesia untuk memenuhi komposisi produksi mortar, sehingga secara keseluruhan akan memberikan keuntungan melalui efisiensi bahan mentah yang digunakan. * (Syam)