Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hadir dan sekaligus memberikan pengarahan dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Siak, Riau pada hari Jumat (22/7/2016).

Selanjutnya...

Oleh : Syamhudi

 

Tangerang Selatan, MediaProfesi.com – Dengan beredarnya informasi mengenai adanya Vaksin Palsu, Eka Hospital sebagai rumah sakit yang sudah terakreditasi secara nasional dan internasional menjamin bahwa vaksinasi yang diberikan dan disediakan bukanlah produk palsu atau kemasan ulang.

Selanjutnya...

Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Berita tertangkapnya pelaku pemalsuan vaksin serta ditemukannya vaksin palsu di tiga provinsi menimbulkan keprihatinan mendalam semua pihak.


 

Vaksin palsu yang ditemukan merupakan jenis vaksin yang secara rutin diberikan pada anak yaitu vaksin BCG untuk mencegah penyakit Tuberculosis, vaksin campak, vaksin hepatitis, vaksin polio dan vaksin tentanus.

 

“Di saat kita masih berusaha menurunkan prevalensi penyakit-penyakit tersebut, temuan ini menimbulkan permasalahan baru di bidang kesehatan,” kata Prof. Dr. I. Oetama Marsis, Sp.OG, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dalam siaran persnya kepada MediaProfesi.com hari ini, Selasa (28/6/2016).

 

Menurut Prof. Dr. Marsis, setidaknya terdapat dua dampak dari pemberian vaksin palsu pada anak yaitu terkait keamanan dan proteksi.

 

Dampak keamanan sangat ditentukan oleh kandungan dari vaksin palsu tersebut, namun pembuataan vaksin yang tidak memenuhi standar sterilisasinya memungkinkan vaksin palsu terkontaminasi oleh mikroorganisme.

 

Akibat kontaminasi tersebut berisiko menimbulkan infeksi yang dapat bersifat ringan sampai berat. Jika terdapat tanda-tanda infeksi pada anak seperti panas tinggi, hilangnya nafsu makan, atau terdapat penurunan kesadaran, sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan.

 

Ditegaskannya, dampak proteksi dari vaksin palsu tentunya tidak terbentuk kekebalan tubuh sang anak terhadap penyakit tersebut.

 

“Jika seorang anak dipastikan mendapat vaksin palsu tentunya harus ditempuh langkah vaksinasi kembali untuk memberikan kekebalan pada sang anak,” tuturnya. * (Syam)

Oleh : Pratama

 

Jakarta, MediaProfesi.com – Para pakar industri mengungkapkan terkait faktor-faktor kunci untuk mendorong pertumbuhan permintaan produk-produk kemasan, dan memprediksikan produk – produk kemasan akan menembus angka 1 triliun Dollar AS dalam penjualan secara global di tahun 2020.

Selanjutnya...

Artikel Lain...