Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com Di tengah krisis ekonomi yang terjadi di Eropa dan Amerika saat ini, sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2011 yang mencapai 6,6% dengan jumlah penduduk di kisaran 240 juta jiwa, sehingga menjadi pasar yang menarik termasuk bagi Finlandia.

"Di tengah perlambatan dunia, Indonesia adalah pasar menarik. Dengan pertumbuhan ekonomi 6,6 persen dan penduduk sekitar 240 juta jiwa membuat Indonesia menjadi kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan," kata Menteri Perdagangan Finlandia Alexander Stubb.

Menurutnya, dari sisi tingkat inflasicukup rendah. Kelas menengahnya terus bertumbuh. Sehingga dengan demikian Indonesia menjadi pasar yang menjanjikan.

Dalam kunjungan misi dagang yang pertama kali dilakukannya di Indonesia selama tiga hari ini mulai 23 hingga 25 Januari 2011. Mereka membawa sejumlah pengusaha untuk menjajaki potensi bisnis di Indonesia.

Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan mengatakan Finlandia merupakan suatu pemain penting dalam investasi di sektor Industri Kehutanan, Pulp, Kertas dan manufaktur di Indonesia.

"Nilai impor Finlandia hingga Oktober 2011 sebesar USD 392 juta. Investasi terbesar mereka ada di sektor kehutanan yang memang terkenal dengan negara kehutanan terbaik di dunia. Seperti kita tahu alat-alat kehutanan seperti Bitterlich, Theodolit, semua berasal dari Finlandia," kata Gita saat melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Finlandia, HE Alexander Stubb dan Menteri Luar Negeri Estonia, HE Urmas Paet di Jakarta, hari ini, Rabu (25/1/2012).

Lebih lanjut Gita menjelaskan bahwa nilai ekspor Indonesia ke Finlandia sebesar USD 178,1 Juta. Di mana 28,94% merupakan ekspor karet dan 12,64% merupakan ekspor mesin cetak dan 8,7% ekspor sepeda.

Selain Gita juga mengapresiasi nilai perdagangan antara Indonesia dan Estonia yang mengalami pertumbuhan sebesar 26,39 persen dalam kurun lima tahun terakhir, dengan nilai perdagangan sebesar USD24,7 Juta, dan merefleksikan potensi perdagangan antara kedua negara tersebut.

Adapun komoditas yang diekspor dari Indonesia ke Estonia adalah karet sebesar 5,54 persen, sayuran sebesar 5,53 persen, alat elektronik sebesar 1,64 persen, cokelat bubuk sebesar 1,22 persen.

Kemudian impor yang dilakukan oleh Indonesia ke Estonia adalah kertas dan karton sebesar 0,92 persen, mesin pulp sebesar 0,07 persen, mesin elektronik sebesar 0,21 persen. * (Syam)