Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com - Para Pelaku bisnis antara Indonesia dan Uni Eropa (UE) hari ini (Senin, 27/2/2012) di Jakarta melakukan pertemuan membahas tentang kemitraan UE-Indonesia yang fokus dalam meingkatkan hubungan dagang dan investasi guna menuju kemakmuran bersama.

Selain itu, dalam agenda pertemuan juga akan membahas khususnya untuk dimulainya negosiasi tentang Perjanjian Kemitraan Ekonomi yang Komprehensif (CEPA) di antara kedua pihak.

Diharapakan dalam pertemuan kali ini dapat menciptakan hubungan yang lebih harmonis dalam meningkatkan hubungan dagang yang sangat menguntungkan antara UE dan Indonesia.

Seperti diketahui perdagangan pada 2011 sangat meningkat, yaitu senilai USD 32 miliar, di mana Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar USD 8 miliar. Selain itu, investasi baru dalam jumlah besar masih mengalir dari UE ke Indonesia, yaitu senilai USD 2,2 miliar pada 2011.

Hal tersebut menempatkan UE sebagai sumber investasi asing terbesar kedua di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula bagaimana hal ini memberikan nilai tambah yang nyata bagi perekonomian Indonesia, misalnya perusahaan-perusahaan UE mempekerjakan lebih dari 500.000 pekerja di Indonesia dan melakukan pengalihan teknologi utama, seperti produksi suku cadang sayap asal Indonesia untuk Airbus A380 yang baru.

Pertemuan hari ini bertujuan untuk membahas dan menindaklanjuti prakarsa yang dilakukan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy dan Presiden Komisi Eropa Josť Manuel Barroso telah bertemu pada November 2011 tentang dimulainya negosiasi CEPA.

Dalam hal ini kedua pihak membahas manfaat isi dari CEPA tersebut, dengan fokus memperkuat masyarakat kelas menegah di Indonesia, mendukung pembangunan ekonomi dan menyediakan lebih banyak lapangan kerja yang bermutu.

Peran UKM Eropa disoroti dalam mendukung agenda pertumbuhan Indonesia dan Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto, Ketua APINDO Sofyan Wanandi, dan Presiden & CEO Garuda Indonesia dan Wakil Ketua KADIN Emirsyah Satar sepakat bahwa UE merupakan mitra dagang yang unik dan bersifat melengkapi bagi Indonesia, yaitu mampu menyediakan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia melalui penanaman modal yang substansial dalam sektor yang memberikan nilai tambah, serta dapat meningkatkan cadangan keuangan negara melalui surplus perdagangan Indonesia yang substansial.

Semua pihak menyambut baik usulan agar peningkatan kapasitas dan fasilitasi perdagangan harus menjadi bagian yang integral dari Perjanjian tersebut, sehingga menjamin bahwa sektor-sektor yang menjadi prioritas bagi Indonesia akan berkembang lebih lanjut berdasarkan Perjanjian tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, para pihak dari Indonesia menyambut baik langkah-langkah yang saat ini tengah diambil oleh UE untuk mendorong sektor-sektor ekspor utama Indonesia, seperti Perjanjian Kemitraan Sukarela (VPA) tentang perkayuan yang dibuat baru-baru ini, serta konferensi yang akan segera dilaksanakan untuk mendorong studi kasus atas keberhasilan perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor minyak sawit.

Direktur Operasional External Action Service UE, O'Sullivan menyatakan sepenuhnya setuju dan menyatakan tiga cara yang dapat dilakukan Eropa untuk memberikan kontribusi bagi upaya Indonesia menuju kemakmuran: melalui peningkatan investasi, penciptaan kondisi untuk meningkatkan arus perdagangan serta peningkatan fasilitasi perdagangan dan peningkatan kapasitas. * (Syam)