Memahami dan menghargai para pejuang merupakan kebanggaan warga Amerika

 

Oleh : Ayi Putri Tjakrawedana *)


Jakarta, MediaProfesi.com - Delaware adalah salah satu state atau negara bagian di United States Of America (USA), dimana termasuk state yang sangat peduli terhadap para veteran atau mantan tentara pejuang.


Kali ini saya (Ayi Putri Tjarawedana – Red) mendapat kehormatan untuk hadir sebagai tamu pengamat saat rapat acara persiapan yang diadakan menyambut acara tahunan Delaware 2017 Veteran's Stand Down yang akan diselenggarkan pada hari Jumat 22 September 2017 Shutte Park 10 Electric Avenue, Dover, Delaware.

 

Sebagai tamu pengamat saya boleh duduk di kursi dewan disamping ketua penyelenggara yaitu Mrs Elizabeth Byers-Jiron. Beliau sudah lanjut usia namun terlihat sangat berpengaruh dan memiliki leadership yang kuat. Saat rapat berlangsung beliau membawa palu dengan bentuk cantik berhiaskan bunga. Sesekali Liz mengetukkan palu apabila para hadirin mulai tidak fokus.


Rapat dihadiri oleh sekitar 20 orang yang berasal dari berbagai kalangan pejabat. Ada para tentara dari NAVY (angkatan laut Amerika),  ada tokoh humas atau public relation, ada dokter, ada pekerja kantoran dari berbagai bidang semua duduk dalam satu meja besar. Saya awalnya merasa asing karena saya tidak tahu harus bagaimana sebagai pengamat.

 

Namun semua mengapresiasi kehadiran saya. Dan saya pun merasa nyaman. Sebelum rapat dimulai semua mengucapkan semacam sumpah setia berbakti pada negara USA di halaman depan kantor Schutte Park tempat event akan berlangsung.


Lalu sebelum rapat dimulai masing-masing memperkenalkan diri. Semua senior hanya saya yang junior rasanya. Namun ketika giliran saya berdiri memperkenalkan diri, semua seperti tersihir...entah apa yang ada di benak mereka.

 

Saat itu saya hanya mengenakan celana jeans sepatu kets dan kaos 'hasil jarahan' saat saya ke California sebelum ke Delaware. Kaos dari acara sepakbola America. Mereka lantas kasih tepuk tangan saat saya menyebut saya penulis, wartawan dan sekolah hukum. Mungkin dikira mereka saya anak SMA.


Diantara para senior ada beberapa tentara yang menggunakan seragam. Rasanya saya seperti berada dalam film Amerika seperti Navy Seals atau film perang yang beredar di bioskop. Aduh !..pantaslah kalau Amerika disebut negara adikuasa dan digdaya. Orang-orang penjaga negara sangat loyal dan bicaranyapun langsung pada sasaran tanpa muter-muter.

 

Semua saling hormat, tidak ada tua muda atau pangkat yang membedakan. Mereka sadar betul mencintai negara dengan cara saling bertoleransi dalam perbedaan pandangan.


Satu hal lagi yang membuat saya takjub selama rapat yang memakan waktu 4 jam lebih tidak ada istirahat tidak ada suguhan panganan dan minuman layaknya rapat-rapat di Jakarta maupun negara Asia yang saya kunjungi. Bila ingin bertelepon mereka meninggalkan ruangan. Bila mereka ada acara lain atau harus kembali ke kantor mereka tidak dibebani rasa bersalah.

 

Semua menghormati haknya masing-masing.  Meja bersih hanya laptop, buku atau kertas kerja. Kalaupun ada minuman mereka bawa sendiri di dalam tas. Ada snack kecil yang beredar sebesar 1 bungkus snack anak-anak yang sekali tegak di mulut habis.

 

Tapi ini dimakan ramai-ramai beredar dan tidak ada yang kalap. Saya jadi ingat jaman saya rapat dulu terkait rapat besar maka di meja penuh makanan. Dari gorengan, kue basah, sampai nasi bogana. Hahaha.. Ini bagian yang paling saya suka tentang karakter orang Amerika yang simpel tidak suka ribet tidak suka teori dan tidak suka basa basi.

 

Saat rapat pun mereka sangat tajam langsung ke persoalan. Tidak ada yang dibikin ribet apalagi lebay dan drama. Mereka tahu betul hidup ini harus kemana mau apa dan bagaimana menuju kesana tanpa harus berlama-lama memikirkan cara. Buat mereka cara adalah kebiasaan dan kebiasaan adalah hal yang sudah ada.

 

Jadi tidak perlu ditambah hal lain yang bikin rumit.  Makanya saya betah berada diantara mereka yang notabene pejabat dan tentara. Di benak saya, jadi tergambar kalau mereka mengambil keputusan dalam perang sudah terbiasa dengan yang namanya 'hajar langsung' begitu kira-kira imajinasi saya.


Sebelum saya menjelaskan apa itu Veteran's Stand Down, saya ingin menjelaskan soal apa dan fungsi veteran di Amerika. Veteran adalah seseorang yang mengabdikan dirinya pafa Army Forces. " Mereka adalah orang-orang yang berada dalam jajaran militer USA" demikian penjelasan David B yang pernah menjabat sebagai Community Employment Coordinator dibawah Federal Government  membantu para veteran terkait kesejahteraan.


Definisi Veteran itu sendiri sebagaimana dijelaskan dalam Veteran The Legal Definition adalah :   What is a Veteran? Title 38 of the Code of Federal Regulations defines a veteran as “a person who served in the active military, naval, or air service and who was discharged or released under conditions other than dishonorable.” This definition explains that any individual that completed a service for any branch of armed forces classifies as a veteran as long as they were not dishonorably discharged. However, with regard to applicable benefits, other considerations are important and will be covered in later sections.


Jadi, Delaware 2017 Veyeran's Stand Down adalah acara tahunan bersifat non profit dan ditujukan bagi veterans. Para veterans yang membutuhkan pengobatan gratis, Legal Service atau bantuan hukum, perawatan gigi, konsultasi kesehatan juga mental hingga disediakan salon untuk potong rambut dan bagi-bagi makanan dan pakaian semua gratis 100%.


"Diperkirakan sekitar 1100 orang veteran yang akan hadir dalam acara ini. Jumlah total veteran adalah 71.213 orang di Delaware" David menjelaskan.


Siapa saja yang akan menjadi tuan rumah acara ini ? Semua yang merasa memiliki veteran dan berterimakasih pada veteran yang telah menjaga negara USA.

 

"Tidak ada satupun biaya yang dibayarkan pada pekerja dalam mempersiapkan acara ini termasuk venue dan barang-barang pengadaan selama acara. Semua bahu membahu dan mendonasi" papar David yang saya sempat ke rumahnya penuh dengan box kaos dan tas yang akan dibagikan bagi para veteran.


Veteran tidak harus tua loh...ada yang muda. Karena tidak semua yang disebut veteran adalah usia pensiun total. Ada yang karena satu dan lain hal tidak berlanjut di karier militer. Saya bisa melihat beberapa veteran masih muda dan modis berpenampilan.


Satu hal yang patut dijadikan teladan menurut saya adalah bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pejuangnya. Setuju dengan pendapat Bung Karno selaku Presiden RI pertama. Dan itu jelas tidak hanya slogan. Amerika serius menjalankannya. Semua orang di America melihat veteran adalah orang-orang yang membawa America sebagai The Greatest Country. Kebanggaan sebagai warga nomor satu tidak karena diraih dengan mudah.

 

Perjalanan panjang sejak 1776. Dan Veteran's Stand Down adalah wujud nyata. "Acara ini sebetulnya diperbaharui beberapa kali. Dan pada intinya pembaharuab konsep ini berasal dari Perang Vietnam. Dimana banyak para pejuang yang selesai perang kembali ke America dan wajib dibantu dari segi kesehatan dan kesejahteraan. Salah satunya yaitu yang diadakan di Delaware ini sejak 2009" David menutup penjelasan dan sayapun berterimakasih sebab diperkenankan hadir dalam rapat komite dan bisa menjadi bagian dari acara ini.


God Bless You America !

*) Ayi Putri Tjakrawedana ( penulis buku dan skenario ) - Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya