Oleh : Muhammad

 

Palembang, MediaProfesi.com – Dalam turut serta berpartisipasi mensukseskan Asian Games, Sinar Mas melalui Asia Pulp Paper (APP) Sinar Mas menyiagakan seluruh sumber daya yang dimiliki guna mengantisipasi bahaya kebakaran hutan dan lahan tahun ini.

 

“Musim kemarau tahun ini akan menjadi ujian berat bagi sumber daya manusia, alat serta teknologi yang kami miliki untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran lahan, karena pada bulan ini juga berlangsung Asian Games di Palembang dan Jakarta,” kata Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto.

 

Pihaknya menilai, torehan prestasi adalah tujuan akhir dari ajang olah raga multi-event sekaliber Asian Games, yang hanya dapat terjadi dalam kondisi yang kondusif, dalam hal ini atmosfer kompetisi yang bebas asap.

 

“Pada dasarnya, kami setiap waktu selalu berupaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di dalam, maupun sekitar konsesi yang kami kelola. Ketika agenda nasional seperti Asian Games berlangsung, upaya itu sudah pasti kami perkuat lagi,” tambahnya.

 

APP Sinar Mas menerjemahkannya dengan mengalokasikan anggaran tambahan hingga Rp50 miliar di luar anggaran tahunan, untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla jelang dan selama Asian Games, sepanjang bulan Mei hingga Oktober tahun ini.

 

Keseluruhan, tahun ini APP Sinar Mas di Sumatera Selatan telah menginvestasikan lebih dari Rp170 miliar. Kontribusi ini di luar investasi lebih dari US$100 juta dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla hingga tahun 2018 ini.

 

Selain menyiagakan lebih dari 800 orang anggota regu pemadam kebakaran berikut 42 orang anggota Tim Reaksi Cepat yang memiliki kualifikasi khusus, yang didukung beragam peralatan, termasuk 4 helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara (water bombing), APP Sinar Mas mengaktifkan pula 184 pos pantau serta 36 menara pandang.

 

Agar langkah pencegahan serta penanggulangan semakin cepat dan tepat, difungsikan pula Command Center dengan pusat data berbasis Geospatial Information System di Jakarta yang terhubung dengan situation room yang tersebar di seluruh satuan kerja di lapangan.

 

Di situation room tadi, jumlah serta sebaran titik api, kondisi cuaca, konsesi beserta status pos dan menara pengamatan di lapangan dapat diketahui secara real time.

 

Sulistiyanto menyatakan, kebakaran yang terjadi, berapapun besarannya, adalah hambatan bagi keberlanjutan usaha kami. Aktivitas produksi terganggu, aset musnah, penjualan tak tercapai, lingkungan rusak dan kesehatan karyawan kami, seperti halnya warga masyarakat yang lain, turut terganggu.

 

”Tidak ada yang menginginkan kebakaran terjadi, terlebih saat atlet kita tengah berjuang menjaga reputasi dan kehormatan bangsa di Asian Games ke-18,” tutupnya. * (Muh/Syam)