Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com – Indonesia merupakan negara muslim dengan populitas penduduk terbesar di dunia, dari kisaran 250 juta jiwa dimana sekitar 85% memeluk agama islam.

 

Tentu masyarakat muslim Indonesia mengidamkan untuk bisa berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan rukun islam kelima yakni menunaikan ibadah haji. Namun mengingat keterbatasan, sehingga saat ini masa tunggu kisaran 20 – 30 tahun untuk haji biasa.

 

Sedangkan bila menggunakan kuota ONH Plus, masa tunggu dari antrean di Kementerian Agama RI sudah mencapai antara 5 sampai 6 tahun.

 

Peluang besar ini, dimanfaatkan oleh pemerintah Taiwan dengan menawarkan kemudahan untuk Naik Haji bagi masyarakat Indonesia, dengan menggunakan kuota Haji milik Taiwan.

 

Jack Chen-Huan Hsiao selaku Direktur Divisi Ekonomi Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta memaparkan bahwa Taiwan juga memiliki populasi Muslim, namun kebutuhan akan kuota Haji di Taiwan tidak terlalu signifikan seperti di Indonesia.

 

“Bagi Muslim Indonesia, untuk pergi Haji terdapat pembatasan kuota setiap tahunnya. Di Indonesia, anda mungkin butuh waktu 2 tahun untuk berangkat,” ujar Jack Chen-Huan Hsiao dalam acara jumpa pers hari ini, Senin (17/9/2018) di Jakarta.

 

Sementara di Taiwan, sambungnya, kami juga memiliki banyak populasi Muslim, namun kami tidak memiliki kebutuhan mendesak terhadap hal tersebut, sehingga Anda bisa menggunakan kuota kami untuk mendaftar Haji melalui Taiwan.

 

Hal tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya Taiwan untuk menyediakan lingkungan yang ramah bagi kaum Muslim guna mendorong peningkatan jumlah wisatawan dari negara berlatarbelakang Muslim.

 

Selain menawarkan kemudahan menunaikan ibadah haji, ditempat yang sama Jessie Tseng selaku Direktur Eksekutif MEET Taiwan menyampaikan, saat ini Taiwan memiliki sekitar 100 restoran bersertifikasi halal.

 

Untuk memudahkan ummat muslim yang sedang melakukan kunjungan wisata ke Taiwan, dimana bagi restoran yang mempunyai sertifikasi halal, mereka menempelkan tanda “Tidak Mengandung Babi” dan “Non-Alkohol”.

 

“Hal ini ditujukan dalam rangka memudahkan bagi kaum muslim dalam mengidentifikasinya,” papar Jessie Tseng.

 

Dia juga memaparkan bahwa bagi kaum muslim tidak perlu khawatir untuk melaksanakan ibadah sholat, karena di Taiwan terdapat 6 buah masjid, dan di beberapa kota lainnya juga ada masjid. Disamping itu, hampir di setiap mal menyediakan musholla.

 

Sebagai informasi, lanjutnya, bahwa jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Taiwan pada tahun 2017 lalu telah mencapai 190,000 wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke Taiwan.

 

Dirinya berharap jumlah wisatawan asal Indonesia akan terus bertambah, tidak saja mengunjungi tempat-tempat wisata, namun juga kaum muslim yang memanfaatkan masa liburannya atau mengadakan meeting di Taiwan akan terus bertambah. * (Syam)