Oleh : Yudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com – Sejak mulai diberlakukan system scan biometrik melalui VFS TASHEEL mul;ai tanggal 17 Desember 2018 yang dikeluarkan pihak KBSA ( Kedutaan Besar Saudi Arabia) membuat resah masyarakat dan pihak travel penyelenggara umrah.

 

Dalam rangka menanggapi keresahan di masyarakat yang secara tidak langsung justru penerapan ini adalah mempersulit orang yang mau beribadah melaksanakan umrah ke tanah suci. Untuk membahas permasalahan ini pihak Persatuan Travel Umrah Indonesia (PTUI) berencana akan menggelar diskusi publik dengan tajuk “Penolakan VFS Tasheel” bertempat di Sofyan Hotel Soepomo, Jakarta pada hari Jumat tanggal 28 Desember 2018.

 

“Kami sangat menyesalkan dan menyayangkan pemberlakuan secara spontan dan sepihak oleh pihak KBSA dalam penerapan system scan biometrik melalui VFS TASHEEL ini,” ujar Saleh Ali, Sekretaris PTUI dalam surat undangan yang disampaikan ke meja redaksi Mediaprofesi.com hari ini, Kamis (27/12/2018) di Jakarta.

 

Selain itu, ujar Saleh ternyata pihak KBSA tidak berkoordinasi dengan pihak pemerintah Indonesia dalam pemberlakuan masalah system ini.

 

“Andaikan ada koordinasi, maka kami yakin pihak pemerintah Indonesia akan memberikan gambaran kondisi geografis dan demograpi Indonesia, dimana betapa sulitnya jamaah bila system ini diterapkan untuk berangkat dari satu pedesaan terpencil menuju lokasi VFS Tasheel yang ada di tengah kota,” jelasnya.

 

Pencetus berdirinya PTUI ini merasa heran kenapa masalah ini dilakukan secara sepihak dan memikirkan kondisi geografis dan demografi Indonesia yang saling berjauhan serta dikelilingi pulau.

 

“Dan anehnya, ya koq system VFS Tasheel ini dikenakan biaya lagi, artinya kan menambah beban masyarakat, kasian mereka mau ibadah di suruh bolak balik, mondar mandir sana sini,” paparnya.

Sementara Pencetus PTUI lainnya, Abu Bakar Soleh juga menyesalkan poemberlakuan ini, yang taampaknya disengaja oleh pihak KBSA untuk menerapkan system ini secara mendadak, dan di akhir tahun di saat masyarakat sibuk dengan libur sekolah, libur akhir tahun, dan kegiatan lainnya.

 

“Momen ini, memang kelihatan sudah dipersiapkan secara matang oleh pihak KBSA di akhir tahun, dan padahal ini justru membuat susah bag pihak travel dalam memberikan layanan terbaik buat calon jamaah yang akan melaksanakan ibadah umroh,” tegas Abu Bakar kepada redaksi Mediaprofesi.com.

 

Rencananya dalam diskusi ini pihak PTUI akan menghadirkan dari berbagai kalangan nara sumber yang kompeten di bidangnya, diantaranya Dr. Ali Mochtar Ngabalin, MA (Staf Ahli Kepresidenan) *dalam konfirmasi, Prof. Dr. Mohammad Baharun, SH, MA (Ketua Bidang Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat), H. Zaitun Rasmin (Wasekjen MUI Pusat) dan Irfandi, SH, MA (Staf Ahli DPR RI). * (Yud/Syam) - Foto saat antrian pengambilan foto system biometrik VFS Tasheel