Oleh : Muhammad

 

Jakarta, Mediaprofesi.com Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas mengintensifkan persiapan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah konsesi pemasoknya, di antaranya Sumatra Selatan dan Riau.

 

Pencegahan ini dilakukan menjelang puncak musim kemarau 2019 yang diprediksi akan terjadi di bulan Agustus – September 2019.

 

Dalam acara Apel Siaga yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan pada Selasa (9/7) dan Pemerintah Provinsi Riau pada Rabu (10/7) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), APP Sinar Mas dan seluruh mitra pemasoknya siap mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla di Sumatera Selatan dan Riau.

 

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin mengatakan, partisipasi APP Sinar Mas dalam Apel Siaga menegaskan komitmen perusahaan dan seluruh mitra pemasoknya untuk mendukung pemerintah provinsi maupun pusat dalam pencegahan karhutla tahun ini.

 

“Kami harap persiapan yang lebih matang dan juga kolaborasi yang solid dari sektor swasta, pemerintah, TNI-Polri, maupun masyarakat, kita mampu menjaga hutan Indonesia dari bencana Karhutla,” ungkap Saleh Husin dalam keterangan tertulisnya kepada Mediaprofesi.com (11/7/2019) di Jakarta.

 

Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menekankan pentingnya keterlibatan pihak swasta dalam upaya pencegahan karhutla.

 

“Peran perusahaan yang kita optimalkan adalah bagaimana perusahaan berkewajiban memberikan pembinaan, penyuluhan, pendampingan pada masyarakat yang berada di radius sekian kilometer dari lahan perusahaan agar mereka tidak lagi jadi bagian kelompok yang membakar,” tegas Doni Monardo.

 

Sedangkan GM Fire Management APP Sinar Mas Sujica Lusaka mengatakan bahwa untuk menghadapi musim kemarau 2019, perusahaan kembali mengandalkan sistem penanggulangan kebakaran hutan secara terintegrasi (Integrated Fire Management - IFM) yang meliputi empat strategi utama yaitu pencegahan, persiapan, deteksi dini dan respons cepat.

 

Selain itu, ujar Sujica, APP Sinar Mas memiliki komitmen untuk turut memadamkan api sampai dengan radius 5 KM di luar konsesi.


“Dalam tiga pilar terakhir, perusahaan mengoptimalkan berbagai fasilitas di antaranya helikopter waterbombing, peningkatan kapasitas tim pemadam kebakaran, dan penerapan Sistem Komando Bencana (Incident Command System). APP Sinar Mas juga telah membangun kemampuan deteksi dini, yang mampu mengidentifikasi kebakaran lebih dini,” kata Sujica.


Sementara itu aspek pencegahan di antaranya dilakukan melalui sosialisasi dan pembinaan masyarakat di sekitar area konsesi perusahaan.

 

Melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), APP Sinar Mas mempersempit potensi kebakaran dengan memberikan pendampingan kepada masyarakat agar mereka tidak lagi melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

 

Program (DMPA) juga bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar area konsesi, sehingga mereka bisa mencapai kesejahteraan secara sosial dan ekonomi melalui praktik yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

 

Hingga akhir 2018 lalu, program DMPA telah memberikan pendampingan terhadap 66 desa di Provinsi Sumatra Selatan dengan target tambahan 21 desa hingga akhir tahun 2019. Sementara di Riau, perusahaan telah memberdayakan 141 desa, dengan target 46 desa tambahan di akhir tahun ini. * (Muh/Syam)