Oleh : Wahyu

 

Jakarta, Mediaprofesi.com – Dalam mempercepat proses imigrasi bagi calon jamaah haji dan umroh baik di bandara Jeddah maupun Madinah, Kementerian Haji & Umrah Kerajaan Saudi Arabia (KSA) merekomendasikan untuk melakukan biometrik di negara asal.

 

Hal tersebut sesuai dengan surat edaran KSA tentang Massar (https://visa.mofa.gov.sa/account/hajsmartform) yang menyatakan calon jemaah haji dan umrah di negara dengan pusat pelayanan Biometrik untuk Haji & Umrah, termasuk Indonesia, harus mempertimbangkan untuk wajib menyelesaikan proses perekaman biometrik di dalam negeri setelah memperoleh visa Haji atau Umrah.

 

Jamaah diminta melakukan proses biometrik sebelum tiba di pelabuhan masuk Kerajaan Saudi Arabia, guna menghemat waktu tunggu di bandara dan memfasilitasi jalan masuk yang lancar ke Kerajaan Saudi Arabia.

 

Baru-baru ini, Kerajaan Arab Saudi juga melaporkan ratusan peziarah ditolak masuk dan dikirim kembali ke negara masing-masing ketika sampai di bandara, karena tidak mengikuti prosedur visa yang benar.

 

“Untuk menghindari kejadian yang tidak menguntungkan tersebut, calon jamaah haji dan umrah harus mengajukan kategori visa yang sesuai dengan tujuannya melalui melalui agen perjalanan resmi yang terdaftar di Komite Haji dan Umroh.

 

Sebagai catatan penting, bahwa e-visa turis yang baru diperkenalkan TIDAK DAPAT digunakan untuk memasuki Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan haji atau umrah.

 

E-visa tersebut hanya memungkinkan turis untuk menghadiri konser dan acara olahraga yang terjadi di Kerajaan. “Tanpa visa dan dokumen yang sesuai, peziarah akan mengalami hambatan dan atau di deportasi ke negara asal,“ demikian menurut surat edaran Kementerian Haji & Imrah.

 

Tiga alasan utama untuk melakukan proses biometrik sebelum berangkat ibadah haji atau umrah:

1. Prosedur Wajib

Merupakan suatu kewajiban untuk melakukan proses perekaman biometrik sebelum memasuki Arab Saudi - Jamaah mungkin mengalami risiko di-deportasi jika tidak mengikuti prosedur pengajuan visa yang tepat. Setelah seluruh proses pengajuan visa selesai termasuk proses perekaman biometrik, jamaah dapat melakukan perjalanan dengan tenang dan fokus pada perjalanan suci untuk beribadah.

 

2. Hemat Waktu

Dibutuhkan hanya 10 menit di pusat layanan visa apabila sudah membuat janji temu online sebelumnya, sedangkan proses biometrik di bandara mungkin lebih lama tergantung pada jumlah jamaah sehingga ada kemungkinan antrian yang panjang. Setelah proses perekaman biometrik selesai di negara asal, jamaah hanya akan diminta untuk melewati bea cukai dan mendapatkan cap/stempel paspor di imigrasi setelah memasuki Arab Saudi.

 

3. Aman dan Efisien

Biometrik di negara asal jamaah hanya dapat dilakukan di pusat layanan visa resmi yang di sahkan oleh Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, dengan proses yang sangat aman dan cepat, meliputi pengambilan gambar wajah dengan kamera digital serta pemindaian 10 sidik jari dengan pemindai jari digital.

 

Proses perekaman biometrik selama ini dilakukan pada lokasi asal jamaah sebelum keberangkatan atau di Bandara Internasional King Abdul Aziz & Bandara Internasional Prince Mohammed Bin Abdul Aziz. * (Wah/Syam)