Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi terkadang tidak memiliki tanda-tanda atau gejala, dan bisa terjadi pada siapa saja. Kebanyakan penderitanya tidak menyadari, sehingga bisa berbahaya karena bisa menyebabkan komplikasi kesehatan.

 

Hipertensi merupakan penyebab kematian kelima terbesar di Indonesia. Riset dari World Health Organization (2015) menyebutkan bahwa 1 dari 4 laki-laki dan 1 dari 5 perempuan di seluruh dunia saat ini berisiko menderita hipertensi.

 

Biasanya, serangan jantung dan stroke kerap terjadi di rumah, bukan di rumah sakit atau klinik,” ujar Yoshiaki Nishiyabu, Managing Director, PT. OMRON Healthcare Indonesia.

 

Dengan gamblang Nishiyabu menyatakan bahwa serangannya pun tak bisa diprediksi. Ini pentingnya penderita hipertensi mengubah gaya hidup mereka dan mulai melakukan pemeriksaan tekanan darah di rumah secara teratur.

 

OMRON Healthcare Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH) dalam mengedukasi masyarakat mengenai hipertensi dan pengendaliannya di rumah melalui kampanye CERAMAH (Cek Tekanan Darah di Rumah) yang telah diluncurkan tahun lalu.

 

Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI (2018), prevalensi hipertensi adalah sebesar 34,1% dari populasi usia dewasa dan menjadi penyebab utama gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah.

 

Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S, Anggota Dewan Pembina InaSH menyampaikan, riset yang dilakukan oleh InaSH menunjukkan, 63% pasien hipertensi mengonsumsi obat antihipertensi tanpa pemantauan.

 

Ini juga menunjukkan, sebagian besar pasien tidak melakukan cek tekanan darah secara teratur dan mandiri di rumahnya. Banyak studi menunjukkan, CERAMAH memiliki nilai prognostik yang lebih baik dibandingkan hanya pemeriksaan tekanan darah di rumah sakit.

 

Kampanye CERAMAH diluncurkan pada 2018 sebagai upaya untuk menurunkan prevelansi hipertensi yang saat ini masih tinggi di Indonesia (1 dari 3 orang Indonesia terkena hipertensi).

 

CERAMAH memiliki sejumlah manfaat dibandingkan pengukuran tekanan darah secara konvensional di klinik, diantaranya:

 

1. Menunjukkan hasil pengukuran tekanan darah secara periodik pada hari, pekan, dan bulan yang berbeda.

 

2. Pengukuran dilakukan di lingkungan yang familiar dan nyaman, dibandingkan di klinik atau fasilitas kesehatan yang bisa mengintimidasi sehingga bisa mencegah munculnya hipertensi terselubung dan hipertensi jas putih.

 

3. Memantau tekanan darah di rumah terkait erat dengan memantau potensi kerusakan organ akibat hipertensi serta bisa memprediksi kejadian kardiovaskular dengan lebih baik dibandingkan pengukuran konvensional di klinik.

 

4. CERAMAH lebih nyaman bagi pasien yang butuh memantau dan mencatat pengukuran, serta menunjukkan peningkatan kepatuhan pasien terhadap terapi dan tingkat pengendalian hipertensi. Selain itu, dibandingkan pengukuran ambulatory blood pressure yang hanya bertahan 24 jam, CERAMAH bisa mengukur dan mendeteksi tren tekanan darah dari hari ke hari.

 

5. CERAMAH juga menunjukkan penilaian dan pengawasan variabilitas tekanan darah (VTD) yang bisa memprediksikan insiden stroke lebih baik, dibandingkan penilaian risiko kardiovaskular secara konvensional dan pengukuran tekanan darah di klinik.

 

Risiko tinggi terhadap kejadian kardiovaskular meningkat ketika rata-rata pengukuran tekanan darah di rumah pada pagi dan malam hari menunjukkan tekanan darah sistolik di atas 145 mmHg dan jika tekanan darah sistolik di klinik di atas 150 mmHg.

 

Pasien dengan tekanan darah sistolik yang tinggi di pagi hari memiliki risiko kejadian kardiovaskular yang tinggi meskipun tekanan darah sistolik di klinik normal. Studi lainnya menyatakan, tekanan darah sistolik di atas 155 mmHg seringkali berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit koroner arteri hingga enam kali lipat.

 

6. CERAMAH bisa digunakan sebagai metode untuk mengedukasi pasien hipertensi untuk meningkatkan pengertian terhadap penyakit mereka dan hal-hal yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Ini menjadikan CERAMAH sebagai metode yang lebih baik untuk terapi jangka panjang berkelanjutan dan kerap dilakukan bersamaan dengan pengukuran ambulatory blood pressure sebagai metode pengawasan tekanan darah.

 

7. CERAMAH adalah metode tambahan yang akurat untuk mendiagnosa hipertensi jika menggunakan alat yang sudah divalidasi dan pengukurannya dilakukan dengan benar, sehingga membantu menentukan terapi apa yang harus dilakukan, serta tak hanya mengandalkan tekanan darah di klinik saja. * (Syam)