Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi yakni dimana tekanan darah di atas 140/90mmHg. Dan hipertensi merupakan penyebab kematian kelima terbesar di Indonesia.

 

Riset dari World Health Organization (2015) menyebutkan bahwa 1 dari 4 laki-laki dan 1 dari 5 perempuan di seluruh dunia saat ini berisiko menderita hipertensi.

 

Faktor risiko yang dapat menimbulkan hipertensi adalah factor keturunan, umur, asupan makanan tinggi garam, obesitas, stress, merokok, minum alcohol, kurang olahraga dan makanan tinggi lemak/kolestrol.

 

Sedangkan gejala dari penyakit hipertensi yakni pusing sakit kepala, mata kabur, rasa berat pada tengkuk, perdarahan tiba-tiba dari hidung, dan nyeri dada.

 

Oleh karena itu dianjurkan untuk merubah pola hidup dengan mengatur pola makan, mengurangi asupan garam, menghindari stress, menghindari alcohol dan rokok, melakukan olahraga secara teratur, kemudian mengatur keseimbangan antara kerja, istirahat dan rekreasi.

 

Disamping itu tentunya dengan obat-obatan bagi yang sudah dinyatakan terkena penyakit hipertensi. Walaupun obat hipertensi tidak ada yang menyembuhkan, tetapi hanya bersifat mengontrol.

 

Bagi yang sudah akut atau berat, bisa jadi akan meminum obat seumur hidup, dampaknya jika tidak minum obat dengan teratur, maka tekanan darah akan tinggi kembali.

 

Yoshiaki Nishiyabu, Managing Director, PT. OMRON Healthcare Indonesia mengatakan, mengingat cepatnya hipertensi meluas di kalangan masyarakat Indonesia, deteksi awal dan pemantauan secara berkelanjutan sangatlah penting.

 

Jika tidak dirawat dan dipantau dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang mengancam nyawa. Masyarakat dari semua kelompok umur perlu disadarkan atas bahaya hipertensi dan cara pencegahannya, termasuk pemeriksaan tekanan darah sendiri di rumah.

 

Sebagai solusinya, OMRON Healthcare Indonesia akan terus bekerjasama dengan berbagai organisasi kesehatan dengan menawarkan peralatan kesehatan yang andal dan mudah digunakan untuk membantu pengguna memantau tekanan darah mereka pada batasan yang sehat dan normal.

 

“Kami senang bisa bekerja sama dengan Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH). InaSH akan sangat membantu kami mencapai visi dalam kampanye global OMRON bertajuk ‘Zero Event’, yang bertujuan mengurangi insiden terjadinya penyakit yang mengancam jiwa, yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, sampai tak ada sama sekali," ujar Nishiyabu.

 

Ditegaskannya, OMRON terus berkomitmen membantu mewujudkan masyarakat sehat dengan nol kasus serangan jantung, stroke, dan lainnya. Masyarakat tidak ditentukan oleh usianya, namun keinginannya untuk hidup lebih sehat dan lebih lama. Melalui inisiatif ‘Zero Event’, OMRON secara global menjalin kerjasama dengan pihak-pihak dengan tujuan sama.

 

Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI (2018), prevalensi hipertensi adalah sebesar 34,1% dari populasi usia dewasa dan menjadi penyebab utama gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah.

 

InaSH kemudian merangkumnya dalam Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019, yang diluncurkan pada bulan Februari yang lalu. Diagnosis hipertensi tidak lagi hanya didasarkan atas pengukuran tekanan darah di rumah sakit atau klinik praktik dokter, yang disebut dengan “Office Blood Pressure”, tapi dianjurkan untuk melakukan pengukuran tekanan darah di rumah atau disebut “Out of Office Blood Pressure” dimana CERAMAH (Cek Tekanan Darah di Rumah) termasuk dalam kategori ini.

 

Kepatuhan makan obat dan perhatian atas kesehatan diri sendiri juga diharapkan akan meningkat dengan cara ini. Sehingga pencapaian target tekanan darah juga akan lebih mudah tercapai. Dampaknya, kerusakan organ vital seperti jantung, syaraf, ginjal, dan pembuluh darah, dapat dihindari.

 

Anjuran untuk menjalani gaya hidup sehat sangat direkomendasikan sebagai bagian dari pengobatan hipertensi. Antara lain dengan olah raga teratur, konsumsi nutrisi yang seimbang dengan mengurangi asupan garam, gula, dan lemak, serta menjaga berat badan dan lingkar pinggang yang ideal, berhenti merokok, tidak minum alkohol dan menghindari stres.

 

Dianjurkan pula untuk mengkonsumsi obat- obatan antihipertensi secara kombinasi sejak awal pengobatan dan target tekanan darah yang diharapkan.

 

Lebih dari itu, mengelola pasien-pasien hipertensi tidak hanya sekadar menurunkan tekanan darah saja tapi juga mengendalikan faktor-faktor penyulit dan kondisi maupun penyakit yang menyertainya (co-morbid conditions). * (Syam)