Oleh : Muhammad

Banjarbaru, SMborneo.com - Kasus serangan penyakit flu burung (avian influenza) yang sempat menyerang ratusan ekor unggas di Kota Banjarbaru akhir 2009 lalu, kini sudah tidak terdeteksi lagi.

``Hingga bulan Maret sampai April lalu, tidak ada lagi laporan mengenai kematian unggas terutama ayam yang diduga terserang flu burung, ujar Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Pemko Banjarbaru, Puspa Kencana, Kamis pekan lalu.

Menurut dia, serangan penyakit AI yang menyerang unggas terutama ayam di Kota Banjarbaru pertama kali terjadi pada 2004 lalu dan sempat mereda selama lima tahun hingga 2009 kembali menyerang.

Serangan penyakit AI yang disebabkan virus influenza tipe A pada bulan Desember 2009 lalu menyebabkan banyak unggas jenis ayam mati dengan gejala klinis seperti jengger dan dada kebiruan, muka dan kepala bengkak, pendarahan bawah kulit dan kaki warna kemerahan.

Puncak serangan penyakit mematikan bagi unggas terutama ayam itu terjadi pada bulan Januari 2010 hingga menyebabkan ratusan ekor ayam di sejumlah peternakan yang tersebar di kota itu mengalami kematian mendadak.

Memasuki bulan Februari, serangan penyakit tersebut mulai mereda meski pun jumlah kematian unggas tetap banyak, tetapi masih kurang banyak dibandingkan jumlah kematian di bulan Januari.

``Sejak awal Maret 2010 hingga saat ini, belum ada laporan masyarakat mengenai ayam yang sakit atau mati, sehingga kami berkesimpulan serangan AI sudah reda, karena tidak terdeteksi lagi, ungkapnya.

Dikatakan, langkah yang diambil untuk mencegah serangan penyakit itu diantaranya menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dalam upaya mengantisipasi penularan penyakit tersebut kepada manusia.

Selain itu, juga dilakukan pembagian cairan disinfektan kepada para peternak dan penyemprotan di sejumlah kelurahan yang tersebar di seluruh Banjarbaru, terutama wilayah yang banyak ditemukan unggas yang mati mendadak.

``Kami juga menyampaikan peringatan kepada masyarakat dalam rangka peningkatan kesadaran melalui penyuluhan AI seperti melaporkan unggas yang sakit atau mati disamping menjaga kebersihan kandang dan lingkungan rumah, katanya.

Ditambahkan, strategi penanggulangan serangan virus AI pada unggas terutama ayam yang harus dilakukan peternak mulai dari peningkatan bio sekuriti, vaksinasi, depopulasi daerah tertular serta pengendalian lalu lintas unggas, produk dan limbah unggas. (ant/K-5/Kalimantan-Post/Muh/Syam)