Oleh : Pratama

BANJARMASIN, SMborneo.com – Suhu politik Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kalsel 2010, seperti benar-benar sudah ‘memanas’. Pasalnya di beberapa tempat banyak terjadi perobekan baliho para kandidat kepala daerah khususnya bakal calon gubernur.
Berdasarkan pantauan KP, Sabtu (6/3), mulai dari kilometer tujuh hingga Kota Martapura, baliho kandidat cagub Kalsel, yaitu dr H Zairullah Azhar banyak yang robek.

Terlepas dari gangguan alam, andaikata rusaknya baliho para kandidat cagub itu akibat perbuatan tangan jahil  alias dilakukan orang yang tak bertanggungjawab, jelas itu untuk
‘memanaskan’ suasana Pemilukada.

Terlebih hingga sekarang masih belum terdapat Panitia Pengawas Pemilukada (Panwaslukada). Sehingga pelanggaran Pemilukada yang bersifat pidana tidak dapat diteruskan ke pihak kepolisian.

Dengan peristiwa tersebut, Zairullah Azhar, meminta kepada seluruh timnya agar bersabar dan jangan bersangka buruk. ``Kalau toh itu perbuatan oknum, kita doakan dan maafkan saja, mudahan hati oknum itu terbuka dengan tidak berbuat seperti itu lagi,’’katanya, Minggu (7/3), di Tabalong.

Ia mengatakan, kejadian ini di luar dugaan, awalnya diprediksi terjadi sebuah kompetisi yang sehat, bagaimana meyakinkan masyarakat secara lebih profesioanl dengan lebih elegant. Sehingga dengan demikian diharapkan masyarakat dapat lebih menilai siapa pemimpin yang akan mereka pilih.

``Karena buat kita Pemilukada ini bukan untuk kemenangan, akan tetapi perebutan meyakinkan rakyat. Bahwa kebaikan dan kebijakan harus dimiliki oleh seorang pemimpin,’’ ujarnya.

Lebih jauh Zairullah mengemukakan, ia mengajak kepada seluruh timnya untuk secara bersama-sama menjaga baliho siapapun. Karena inilah sebuah esensi demokrasi, bagaimana saling menghargai dan menghormati.

Kemenangan yang ingin diperoleh ZA adalah memenangkan hati rakyat. Apabila kemenangan yang diperoleh dengan baik, jujur dan keikhlasan itu merupakan kekuatan dahsyat. ``Bukan saja mendapat kekuatan dari rakyat, melainkan yang lebih lagi pertolongan dari Allah SWT,’’ sebutnya.

Zairullah sendiri tak ingin, masyarakat Kalsel terpecah belah. Karena menurutnya, tujuan pemimpin itu harus menyatukan seluruh rakyat, bukan memecah belah hanya untuk mendapatkan impian dengan segala cara.

``Seluruh masyarakat Kalsel ini adalah saudara saya, kalau pun ada yang berbuat zholim itu hanya sebuah cobaan untuk menjadi sebuah pemimpin,’’tandasnya.

Disinggung, mengenai adanya wacana DPRD Kalsel yang akan menunda Pemilukada, Bupati Tanah Bumbu itu mengemukakan, dirinya siap saja dimajukan maupun diundur, yang penting pesta demokrasi ini berjalan sesuai dengan aturan. (ban/Kalimantan Post/Syam)