Oleh : Hadi

BANJARMASIN, SMborneo.com – Pasangan calon Gubernur Kalsel 2010-2015, dr H Zairullah Azhar-Habib Aboe Bakar, dalam hal prosentase dukungan suara mengungguli Dua Rudy. ZA yang didukung oleh enam parpol, di antaranya Demokrat, PKS, PKB, PNBK, Hanura, dan Barnas, memperoleh 34,45 persen.


Sedangkan Dua Rudy yang didukung oleh Partai Golkar, PPP, Gerindra, sekitar 30,38 persen dukungan suara. ``Ini menunjukkan sejauh ini persiapan ZA paling bagus dibanding dengan kandidat lainnya,’’ ujar Ketua Tim Pemenangan ZA, Rizal Malarangeng, kepada wartawan, di sela pendaftaran ZA ke KPU, Jumat (12/3), di Banjarmasin.

Pihak ZA sendiri, lanjutnya, sudah sangat yakin akan memenangkan sebuah ‘pertarungan’ di Pemilukada nanti. Asumsi ini, setelah melihat dan mendengar secara langsung aspirasi masyarakat yang ingin mendukung ZA.

``Kita sepakat Pemilukada ini hanya satu kali putaran. Namun, hanya ZA yang yakin menang satu kali putaran,’’ ucapnya antusias.

Saudara Menpora Andi Malarangeng tersebut, berharap mudahan beliau terpilih dan menjadi pasangan yang memberikan manfaat dan terbukti membawa kemajuan serta kesejahteraan bagi Kalsel.

``Karena ZA mengatakan, bahwa pimpinan itu bukan untuk kekuasaan melainkan untuk kesejahteraan rakyat Kalsel,’’ tuturnya.

Selesai menyerahkan formulir pendaftaran ke KPU. Kepada media, ZA mengatakan alasannya mendaftar hari Jumat. Karena menurut keyakinannya, Jumat itu merupakan penghulu segala hari, dimana malaikat akan mendoakan orang-orang yang terpilih.

Zairullah mengemukakan, banyaknya iring-iringan massa dan ada yang berpakaian adat dari berbagai daerah mengantarkannya ke KPU. Itu merupakan keinginan dari masyarakat sendiri, yang ingin berpartisipasi kepada dirinya.

``Orang-orang ini merupakan cinta Kalsel, meski dari berbagai suku. Kita ingin membangun kebersamaan, kesetaraan, serta persatuan dan kesatuan sesungguhnya dengan semua suku. Berbeda akan tetapi satu,’’ tandasnya.

Disinggung mengenai isu-isu yang mendiskriditkan ZA. Bupati Tanbu itu mengatakan, kalaupun ada hal-hal yang membuat ZA terzholimi akan disikapi dengan secara arif dan bijaksana.

Karena ZA akan membangun sebuah budaya dimana rasa persatuan. Pemimpin itu harus berani untuk dikoreksi, bijaksana dan sabar. Tidak melakukan sikap yang menyebabkan perpecahan di berbagai kalangan.

Orang yang menyebarkan isu-isu mendiskriditkan tersebut, ujar Zairullah, adalah orang-orang yang tidak tahu apa-apa. Mereka hanya dimanfaatkan oleh orang yang mempunyai kepentingan dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai suatu tujuan.

``Orang yang melakukan pengrusakan kepada Baliho kita pun, sudah datang meminta maaf. Namun, sebelum ia meminta maaf, kita sudah memafkannya lebih dahulu. Orang ini mesti kita bina dan diarahkan, jangan malah dipojokkan. ia sahabat kita juga,’’ kata Zairullah yang merahasiakan identitas pelaku dan atas suruhan siapa.

Zairullah menegaskan kepada seluruh pendukungnya, agar tidak melakukan black campaign (kampanye hitam,red), dan perusakkan baliho-baliho kandidat lain termasuk memfitnah macam-macam. ``Kepada kawan-kawan yang ‘bertarung’ di Pemilukada ini. Mari tunjukkan di Kalsel, bahwa kita akan membangun sebuah budaya suasana kebersamaan,’’ imbaunya. (ban/K-2/Kalimantan Post - Syam)