Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Di kemendagri, hingga oktober tahun 2016 lalu jumlah ormas mencapai angka 254.633, dan saat ini data di kepolisian ternyata mendapati jumlah lebih dari 300 ribu ormas.

 


Data tersebut terungkap pada Silaturahmi Kapolri dengan Ormas Islam 2017, hari Selasa (31/1/2017) di auditorium PTIK, Jakarta.


Dalam kesempatan ini Kapolri tidak dapat hadir karena bersama panglima TNI dan sejumlah menteri mendampingi presiden dalam rangka memberi arahan masalah keamanan jelang Pilkada serentak tahap kedua di 117 provinsi/kota dan kabupaten seluru Indonesia.


Kabaharkam Polri Komjen Pol Putut Eko Bayuseno dalam sambutan mewakili Kapolri mengungkapkan bahwa antara umara (pemerintah) dan ulama memiliki tugas yang sama dalam menjaga keutuhan NKRI dengan meningkatkan persaudaraan ditengah kebhinnekaan.


Acara silaturahmi ini digelar dalam rangka polri merangkul ormas islam sebagai potensi bangsa, dan menyamakan visi agar dapat terwujud dakwah yang sejuk.


Selain ormas islam, hadir dalam acara ini sejumlah pengurus pusat ormas Senkom (Sentra Komunikasi) Mitra Polri, yang merupakan ormas nasionalis, dipimpin langsung oleh H. Muhamad Sirot, S.H, S.I.P selaku ketua umum.


Senada dengan penjelasan Kabaharkam, Ketua Umum Senkom Mitra Polri juga menyampaikan bahwa keberadaan ormas di dalam kehidupan berbangsa, adalah potensi yang harus dirangkul dan dibina oleh pemerintah, karena jika tidak, potensi kelompok masyarakat yang berhimpun dalam ormas itu justru bisa berubah menjadi potensi konflik.


"Paling tidak, potensi ormas ini dapat diberdayakan untuk memecahkan masalah internal di dalam organisasi dan lingkungannya sehingga tidak melebar," ujar Muhamad Sirot.

 

Sebagai contoh, Senkom yang telah memiliki wadah pemecahan masalah internal maupun di lingkungannya, telah membantu pemecahan masalah yang berpotensi konflik.

 

“Dengan dimediasi dan dapat diselesaikan sendiri, ini meringankan tugas polri yang mana setiap tahun lebih dari seratus ribu kasus harus ditangani dan membutuhkan SDM dan dana yang tidak sedikit," tutup Muhamad Sirot. * (Syam)