Oleh : Domery Alpacino

Bekasi, MediaProfesi.com - Hari itu, Sabtu (15/7/2017) menjelang siang.  Puluhan warga dan tokoh masyarakat kota Bekasi "menggeruduk" rumah DR. Nur Suprianto, MM., di daerah Pengasinan, Rawalumbu, Bekasi Timur.

 

Ada pengusaha, pendidik, wartawan, PNS, pensiunan tentara, alim ulama dan sejumlah tokoh paguyuban yang ada di luar dan kota Bekasi. Satu di antaranya Paguyuban Asal Wong Tegal, Brebes, Bumiayu, Pemalang (PAWTBBP) yang sudah puluhan tahun berdomisili dan menjadi warga di kota Bekasi.

Kedatangan mereka spontanitas. Mereka selain bersilaturahmi juga mendaulat NSP, panggilan akrab Nur Suprianto untuk maju bertempur sebagai calon Walikota Bekasi periode 2018-2023 dalam Pilkada 2018 mendatang.

 

Kedatangan tamu "tak diundang" itu membuat NSP kaget sekaligus surprise. Pasalnya, NSP yang tengah digadang-gadang para politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) serta sejumlah politikus dari partai politik lainnya itu, kini bertambah amunisi, yaitu mendapat dukungan luas dari elemen masyarakat.

 

"Saya begitu terharu sekaligus bangga," ungkap NSP yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Barat (Jabar) ini.


Seperti diketahui, NSP sudah dua kali berturut-turut sebagai anggota DPRD kota Bekasi dan anggota DPRD Provinsi Jabar. Bahkan pada 2014 NSP meraih suara terbanyak di antara semua calon legislatif (caleg) untuk daerah pemilihan (dapil) VI Jabar (kota Bekasi-Depok) sebesar 72.795 suara.

 

Artinya, dengan terpilihnya NSP mendapatkan suara terbanyak membuktikan kinerjanya cukup baik dan mampu mendapatkan kepercayaan masyarakat.


“Saya mendaulat NSP maju sebagai calon Walikota Bekasi karena visi dan misinya jelas sejak dulu, yaitu mensejahterakan masyarakat Kota Bekasi dan memajukan Kota Bekasi," kata Ali Betet, pengusaha sejumlah Warteg di Jabodetabek ini.


NSP, tambah pengusaha Warteg asal Bumiayu ini, setia mendengarkan suara konstituennya dan teristimewa mewujudkannya.


Tak heran jika Ali yang sudah bermukim di daerah Rawalumbu puluhan tahun ini pilih NSP sejak awal mencalonkan kali pertama sebagai caleg DPRD kota Bekasi pada 1999, hingga sekarang.


Harapan Ali yang pernah menangani sejumlah proyek infrastruktur di Papua ini, jika NSP terpilih sebagai Walikota tetap konsisten dengan misi dan visinya tersebut.


Hal senada juga diungkapkan pengusaha kelas menengah Wan Adji. Pengusaha yang kini banyak bergerak di bidang pertanian ini optimistis NSP akan menduduki orang nomor satu di kota Bekasi periode 2018-2023.

 

Pasalnya, NSP punya basis konstituen yang sangat banyak dan loyal di kota Bekasi, seperti dibuktikan pada pilkada 2014 lalu. Dan, mereka pastinya akan kembali memberikan dukungan kepada NSP, ditambah pemilih-pemilih baru yang potensial dan rasional.


Karier politik yang panjang, basis massa yang banyak dan kuat dari berbagai lapisan masyarakat, serta partai pendukung yang solid, papar Wan Adji, sudah barang tentu akan memuluskan NSP dalam melaksanakan program-programnya jika terpilih sebagai Walikota Bekasi.


Wan Adji yang juga pengusaha biro perjalanan umroh dan haji, ekspedisi dan shipping ini mendesak NSP memprioritaskan pembangunan infrastruktur lebih banyak, cepat dan baik lagi, sebab Bekasi merupakan kota penyangga Jakarta yang perkembangannya sangat signifikan dari hampir semua aspek kehidupan.

Pengusaha kelahiran Petemberan, Tegalsari, Tegal ini mendesak NSP juga agar ada penguatan immateriil di bidang sumber daya manusia, seperti penguatan moral dan akhlak yg baik, serta tidak bermental korup, "Buat kota Bekasi menjadi zero maksiat," pinta Wan Adji.


Pengusaha sukses yang kini tinggal di kota Bekasi ini menilai manusiawi bila seseorang yang sudah terpilih lupa akan sebagian janjinya, "Tapi melihat track record yang sudah teruji, tekad dan komitmen yg bagus, relatif bersih dan jujur dibanding bakal calon atau petahana yang ada, NSP pasti akan memenuhi janji-janji kampanyenya," ujar Wan Adji.


Nanang, salah seorang pejabat di salah satu kementerian meminta NSP jika terpilih nanti memprioritaskan usaha kecil rakyat (UK), "Berikan legalisasi dan bantuan modal. Contoh, Pertamini yang sudah tersebar di kota Bekasi," ungkap Nanang.


Nanang mengingatkan NSP jika ingin memenangkan pertarungan pilkada kota Bekasi harus berkoalisi dengan sebanyak-banyaknya partai politik dan lembaga-lembaga masyarakat yang besar, seperti NU dan Muhammadiyah.


Senada dengan Wan Adji,  Nanang mendesak pembangunan Infrastruktur di kota Bekasi harus segera dikerjakan dengan cepat, "Lihat kota Bekasi sekarang, kemacetan lalu lintas di mana-mana dan jalan banyak rusak," kata Nanang.


Nanang juga minta NSP segera menggenjot anak-anak muda kota Bekasi bermental juara dari berbagai bidang, seperti olahraga, seni dan ilmu pengetahuan.

 

"Kita punya stadion sepak bola yang bagus tapi hanya buat main tetangga (Persija, red). Kapan Bekasi punya kesebelasan kebanggaan warga kota Bekasi?" gugat Nanang yang masih gemar main sepakbola meski usia sudah 53 tahun.


Sementara tokoh PNI Marhenisme kabupaten Tegal, Juang Merdeka berharap NSP jika terpilih nanti harus bisa merangkul semua golongan,  karena masyarakat Bekasi sangat heteregon dan Indonesia berdasar Pancasila bukan khilafiyah.


Menurut Direktur Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Panca Sakti Kota Bekasi, DR Suwartono, alasan sejumlah tokoh mendaulat NSP sebagai calon Walikota Bekasi sangat kuat, seperti kinerja NSP sebagai politisi yang terbilang cemerlang, pendakwah, pendidik serta menguasai ilmu bisnis manajemen, yang dibuktikan NSP meraih doktor di bidang itu di Universitas Pasundan, Bandung.

 

“Tidak perlu diragukan lagi. Dunia pendidikan yang pernah digelutinya, ditambah lagi di bidang bisnis manajemen yang mumpuni, sangat yakin NSP mampu memimpin Kota Bekasi,” kata pendiri STKIP itu.


Suwartono dan kawan-kawannya bertekad memenangkan NSP untuk seluruh warga kota Bekasi Bersahaja ini.


Sembari menunggu penetepan NSP sebagai calon Walikota Bekasi, paguyuban yang tergabung dalam PAWTBBP ini segera  mensosialisasikan kepada para anggotanya yang berjumlah belasan ribu orang di Kota Bekasi dan pada warga kota Bekasi umumnya.


Berharap nanti di bawah pemimpin baru, kota Bekasi akan menjadi Bekasi Bersahaja. Sebagai tempat tinggal dan investasi yang aman dan nyaman dengan pejabat yang bersih. Bersih kotanya, bersih pejabatnya. * (Dom/Syam)