Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com – Di era keterbukaan dan era digitalisasi saat ini, masyarakat sudah semakin paham tentang dunia politik. Lantas masihkah kita harus mengumbar janji kepada masyarakat atau konstituen kita ?

 

“Sekarang tidak lagi zamannya mengumbar janji,” ujar Gayatri A Ardhinindya, Plt Ketua Umum Srikandi Hanura ketika dijumpai redaksi Mediaprofesi.com usai acara rutin bincang-bincang sekligus jelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 73 bertajuk “Opiniku, Opinimu, Perempuan, Keluarga, Negara dan Politik” hari Rabu (15/8/2018) di Jakarta.

 

Menurut Gayatri, setiap kali kita turun menemui konstituen atau terjun ke masyarakat haruslah kita mendengarkan aspirasi mereka, kita tampung, dan kita tidak boleh berjanji.

 

“Karena suatu saat tatkala kita menjadi anggota dewan pun belum tentu kita masuk di bagian yang bisa menolong mereka,” jelas calon anggota legislative ini dengan penuh semangat.

 

Dirinya menyadari bahwa aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat itu semuanya harus bisa kita tampung, kemudian kita memberikan kontribusi. Misalnya sesuai dengan program saya yakni pendidikan, kesehatan dan UKM.

 

Dan apa pun yang seorang wanita itu kuasai, sambungnya, dia harus fokus di bidang itu, karena kalau dibidang yang lain sudah pasti itu tidak akan efektif.

 

Dia memberikan contoh bagi kaum perempuan seperti halnya fokus di bidang membuat kripik, sambal, membatik, membuat baju, make up, dan sebagainya.

 

“Dan dalam hal ini dapat pula dilakukan dalam sebuah kelompok dalam bidang UKM tertentu,” tambahnya.

 

Sementara Irine Gayatri, Peneliti Puslit Politik LIPI menyinggung agar seorang perempuan mampu menunjukkan jati dirinya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, terutama untuk menjadi anggota legislatif.

 

Irine mengkritisi partai yang tidak mampu memberdayakan perempuan, dimana sampai dengan saat ini tidak sampai 30% menjadi anggota legislatif.

 

Untuk mencapai target keterwakilan perempuan 30%, lanjut irine, seorang perempuan harus meningkatkan kapasitas, sedangkan bagi partai harus dapat menempatkan perempuan dalam posisi nomor kecil supaya bisa terpilih. “Kader-kadernya lebih diberdayakan,” singgungnya.

 

Selain itu, Irine meminta bagi perempuan juga harus sering tampil di muka publik supaya masyarakat lebih kenal terhadap dirinya dan visi misinya ke depan.

 

“Bagi partai dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas, pengetahuan, kemampuan dan sebagainya yang terkait dengan isu nasional terhadap kadernya termasuk kader perempuan,” pungkasnya.

 

Turut tampil sebagai pembicara dalam kegiatan kali ini adalah Magdalena Blegur, Direktur Kembang Institute, Jackline Papodi Galatang, Pendiri Perempuan Penjaga NKRI, Maria Margaretha, Pebisnis dan Caleg Nasdem.

 

Dan bertindak sebagai moderator adalah Ayi Putri Tjakrawedana seorang penulis, mantan jurnalis, dan aktivis sosial politik. * (Syam)