Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfei.com - Mendapatkan penghargaan Anugerah Perempuan Indonesia dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar ternyata tak membuat Managing Director Fortune PR Indira Abidin berpuas diri.

Penghargaan itu seakan menjadi amunisi bagi dirinya untuk memperkenalkan perusahaan komunikasi yang dipimpinnya hingga ke mancanegara dan membuka mata dunia tentang potensi besar Indonesia.

"Kami yakin inilah saat yg tepat memperkenalkan Fortune PR ke manca negara, dan kami mengawali dengan melangkah di Amerika Serikat," ungkap Indira Abidin dalam siaran persnya kepada MediaProfesi.com (3/5/2012).

Lawatannya ke Negara Paman Sam rencananya berlangsung selama 3 minggu dimulai pada 3 Mei 2012. Dengan Agenda utamanya memperkenalkan Fortune PR dimulai dari San Fransisco, New Orleans, Washington DC, dan berakhir di New York.

Selama di Amerika Serikat, Indira telah dijadwalkan untuk bertemu dengan Konsulat Jenderal RI di San Fransisco, Asianto Sinambela. Selain itu, Indira Abidin akan menjajaki kerja sama dengan Public Relations Society of America (PRSA) dan Ketchum, yaitu asosiasi public relations di Amerika.

Selama 5 hari di New Orleans, Indira juga akan menghadiri konferensi Worldcom yaitu asosiasi mitra global perusahaan PR dari seluruh dunia.

Fortune PR sadar bahwa berbagai kerja sama dengan instansi-instansi pemerintah dan sektor swasta patut digalakkan.

Kunjungannya ke Amerika Serikat ingin menjembatani dan membangun kemitraan di Amerika Serikat dengan tetap membangun tim yang tangguh di Jakarta.

Kecanggihan teknologi memungkinkan peluang kerja sama terjalin di berbagai negara, mengingat pasar Indonesia yang sedang bergairah dan banyak dilirik negara-negara di dunia. Hal ini merupakan dampak positif dari globalisasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ide strategis yang diterapkannya ini tentunya patut menjadi pertimbangan para pelaku bisnis di Indonesia. Saat ini ekonomi Amerika Serikat tengah memasuki fase pemulihan pasca resesi. Perkembangan pesat ekonomi Indonesia dalam 8 tahun terakhir ini memberi peluang luar biasa untuk penetrasi pasar bagi para pelaku bisnis asal Amerika Serikat.

Pasar Indonesia mencakup 238 juta jiwa dengan penduduk usia produktif sebagai mayoritas, merupakan pasar raksasa yang bisa menyerap berbagai produk dan jasa. * (Syam)