Family is my best priority....dont worry just be happy! It will keep me stay young...

 

Penulis: Ayi Putri Tjakrawedana *)

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Kesan pertama mengenalnya adalah...berkelas, cantik, pintar, satu hal yang menyolok adalah, cinta Indonesia. R. Leny McDonnell, wanita yang kalau kita hanya mendengar namanya agak ragu apakah benar berasal dari Indonesia ? yes, she is. Maka saya langsung jatuh hati untuk mengontaknya dan senang dia bersedia berbagi cerita.

 

Jelas pada akhirnya saya melihat bahwa R Leny McDonnell  sebagai wanita yang bisa diperhitungkan dalam bisnis fashion di negara ibu Ratu Elizabeth alias Inggris Raya.  Mengagumkan....mari kita telusuri siapa dan apa bisnisnya sehingga dia bisa survive.

 

“Saya tidak ada plans sama sekali untuk menetap di UK ( United Kingdom )“ awal perbincangan dia menekankan hal tersebut. “Saya lahir di Bandung. Orang tua berasal dari Bandung”  Leny terlahir dengan bakat menggambar dan melukis. Kegemarannya di bidang ‘art’ melebar hingga menyukai dunia lukis, desain dan gemar mengamati para desainer pakaian. Iapun senang mengamati teman-temannya di sekolah dalam cara berpakaian serta koleksi baju-bajunya.” Itu saya lakukan sejak tahun 1990 ke atas “ ingatnya.

 

Bila selintas melihat sosok R Lenny McDonnell, kita tak akan percaya bahwa dia memiliki mental baja dan strategi membuka peluang bisnis yang bisa diperhitungkan. Tubuhnya mungil, wajahnya seperti belia remaja dan tutur bahasanya pun sangat teratur dan santun. “ Sejak usia 15 sampai 17 tahun saya hobby mengamati pakaian baik yang dikenakan teman-teman hasil rancangan desainer maupun dari buku-buku biografi para desainer “ lengkapnya menjelaskan periode dia mulai menyadari ketertarikan dalam bidang fashion.

 

Kenapa harus memilih UK sebagai tempatnya berkiprah ? “ Sebagai wanita saya mengikuti suami saya yang berwarga Inggris. Perkenalan kami melalui teman yang berdomisili di Jakarta. Pada tahun 2003 bulan April-Mei kami mulai sering bertemu di France, Lyon (kota Lyon di Perancis). “Saya saat itu tinggal dengan tante Evy di Romans Sur Isere, France. Sedangkan suami saya di Derbyshire United Kingdom. Lalu mulailah kami semakin dekat karena dia merancang libur akhir pecan dengan mengunjungi saya di Lyon, juga bertemu dengan keluarga saya” paparnya.

 

Sayapun tak memungkiri bahwa paras cantiknya (ditambah santun) pasti mudah untuk disukai. Akhirnya karena memang jodoh, maka Leny menikah dengan Adrian C McDonnell seorang pria berkebangsaan Inggris yang bekerja sebagai kontraktor di bidang Elektrical Engineer Micratonic dibawah bendera AWE Atomic Weapon Nuclear yang merupakan bagian dari Ministry of Defence atau Kementrian Pertahanan.  “Kami dikaruniai seorang putra bernama Christopher Jalu Mc Donnell “ terlihat rasa bangga dan bahagia selayaknya wanita pada umumnya ketika bisa memberikan ‘buah cinta’ hasil dari pernikahannya. Apakah hanya suka cita yang dialami seorang R. Leny Mc Donnell ? “ Saya juga mengalami culture shock, itu pasti “ Lantas ia mengenang kisahnya sekitar 11 tahun yang lalu saat memulai hidup barunya di UK.

 

Culture shock yang pertama kali saya alami adalah semua serba harus diurus sendiri. Saya harus mandiri karena tidak ada keluarga, tante atau pembantu yang akan membantu saya lagi.” ungkap Leny yang mengaku sebagai ‘anak manja’ di rumahnya lantaran kedua orangtuanya mencukupi kebutuhan hidupnya. “Maka sekitar 11 tahun yg lalu saya mulai belajar memasak sendiri. Cara saya belajar memasak adalah melalui teman-teman dengan menanyakan resep-resep makanan baik dari Indonesia maupun dari mancanegara”. Maka dengan berbagai usahanya untuk bisa mandiri akhirnya Leny semakin percaya diri bahwa segala sesuatunya akan berhasil bila ditekuni dengan baik. Tidak tanggung-tanggung dalam menempa diri menjadi mandiri, selain kembali menimba ilmu di Universite Claude Bernard Lyon France, Burton College dan juga Alison Smith School – Ashby De La Zouch UK dalam bidang konsentrasi Fashion Design City And Guild.

 

Leny paham betul bahwa bila passion nya akan tersalurkan dibarengi pendapatan atau income. Itu sebabnya saya sejak awal tidak percaya seorang Leny yang sangat lembut dan terlihat lemah ternyata memiliki daya juang yang sangat besar. “Suami saya sangat memberi support saya penuh, dari masalah tenaga, pikiran, ide dan juga untuk pendanaan,” ujar Leny.

 

Lantas apakah segala kemudahan itu merupakan free pass baginya ? tentu tak semudah itu. Banyaknya anggapan bahwa dengan menikah bersama pria asing apalagi dari negara maju dan modern seperti Inggris tidak selalu benar bahkan jauh dari anggapan mudah tersebut. Kendala datang dari berbagai penjuru selain dari diri sendiri yang harus kuat baik fisik karena perbedaan iklim, dan juga mental. “ Memang untuk memilih menikah dengan bangsa asing itu tidak mudah. Jangan lihat luarnya saja atau enaknya saja...Don't judge book from the cover. Kelihatannya hidup akan senang, happy padahal kenyataannya belum tentu semua pria berbangsa asing  seperti yg di harapkan. Terutama soal materil selalu anggapannya akan hidup terjamin.

 

Itu sebabnya  pada akhirnya banyak yang bercerai. Terlalu banyak anggapan dan harapan tinggi akan hal yang enak-enak saja. Kita harus kuat menjalani hidup di luar negeri. Kita juga harus rela berkorban,  harus mau belajar dari bawah. Serta menjadi diri sendiri. Itu bekal yang diperlukan,“ papar Leny tentang anggapan keliru yang mengakibatkan banyaknya para wanita Indonesia yang ‘bermimpi’ ingin menikah dengan pria asing. Apa akhirnya yang membuat Leny semakin kuat dan percaya diri ? Diapun mengepakkan sayapnya dengan membuka Kebaya Lence.

 

“Kebaya Lence pertama mulai mengadakan fashion show sekitar tahun 2010 di Hall yang ada di Birmingham. Bukan ajang besar, hanya antar sesama teman Indonesia dan keluarga saja.” Saya tidak akan membahas detail tentang Kebaya Lence karena saya ingin pembaca mendapatkan surprise dengan mengunjungi langsung website dan foto-foto karya Kebaya Lence. Namun satu hal penting yang harus dicatat, bahwa Leny betul-betul berbakat dalam mendesain. Ditambah sentuhan piawai menggambar dan melukis yang banyak mendukung keindahan karya Kebaya Lence. “Sampai Sekarang, pelanggan Kebaya Lence sudah  menyentuh pasar di Malaysia, Singapore, China, Nambia, Somalia, Pakistan, India dan tentu saja Indonesia” ujar Leny dengan bangga karena dalam rentang waktu yang tidak lama produk Kebaya Lence sudah mendapat tempat dan pengakuan dari dunia Internasional.

 

Leny tentu tidak berhenti terus mengepakan sayapnya. Ada keinginan besar yang sampai saat ini boleh dikatakan sebagai obsesinya. “ Saya ingin lebih memperkenalkan kebaya Indonesia. Upaya saya adalah akan memulai Kontemporer Collections yang menggunakan bahan-bahan pabrik dari Indonesia seperti songket, batik, tenun, ulos, kain Bali, lace, beludru Indonesia dan sebagainya. Hal ini  untuk memperluas market agar semua orang termasuk orang-orang British bisa juga memakai baju tersebut sehari-hari maupun untuk formal,“ tegas Leny tentang rencananya kedepan. Apa yang dilakukan oleh seorang wanita mungil bernama R.Leny McDonnell bukanlah hal yang kecil.

 

Dengan mendirikan Kebaya Lence dampak positifnya begitu banyak. Selain membuat terobosan desain busana yang berbeda, memperkenalkan busana berakar tradisional Indonesia, iapun membuka lapangan pekerjaan baik di Inggris maupun di Indonesia. Dan tentunya meenambah devisa negara. Saya yakin kisah tentang Leny memberikan inspirasi bagi banyak wanita. “Kami juga beberapa kali menggelar fashion show. Untuk itu biasanya kami bekerjasama dengan Team Make-Up artis, rambut, fittings sekitar  4-5 orang.

 

Disamping itu ada tim penunjang lainnya yaitu  Photographer & Team Models yang mencari model yang akan memperagakan baju-baju Kebaya Lence “ jelasnya tentang keterlibatan berbagai pihak yang mendukung kegiatan usaha bisnisnya. Diapun akan berpartisipasi pada acara Indonesian Festival - Nottingham tanggal 7 Juni 2015 yang akan datang yang tentunya merupakan festival besar yang diikuti oleh peserta dan pelaku bisnis dari Indonesia di Chilwell Olympia Sport Centre NG9 5HR, Nottingham, UK.

 

Leny juga mempunyai pesan khusus pada pemerintah Indonesia, “ Mohon kiranya di bidang budaya dibantu untuk lebih berkembang sehingga tidak kalah dengan negara lain. Gencar ber promosi tentang kaya ragam budaya Indonesia agar menarik minat turis mancanegara. Dengan begitu otomatis akan menambah devisa negara “ demikian saran Leny sebagai penutup perbincangan di malam hari bersama saya. Catatan saya adalah, Leny adalah figur selayaknya wanita dengan banyak impian.

 

Tidak ada yang salah dengan mimpi. Tinggal bagaimana kita merealisasikan mimpi jadi kenyataan. Seperti yang Leny katakan, tidak mudah menikah dengan pria asing. Jangan pernah melihat yang enak-enak saja. Berani bereksperimen serta gali minat dan kebisaan. Kembangkan sayap, terus berkreasi dan berkarya. Siapa takut ? Leny tidak, jadi buat apa takut...Rasa takut itu selalu ada, tapi bagaimana keluar dari rasa takut, itu jiwa pemenang... R. Leny McDonnell...not just a beauty lady, but she has all, beauty, brain, behaviour...diatas rata-rata! Extra ordinary... Penasaran dengan Kebaya Lence ? silakan klik www.kebayalence.co.uk dan email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

*) Ayi Putri Tjakrawedana (Penulis Buku dan Pendiri Women Script and Co)