Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Sabtu 5 September 2015 buku “Aku Ada Aku Datang Aku Menang” yang berisi kumpulan kisah 15 Istri Diplomat dan Diplomat Wanita Indonesia meluncur ke publik.

 

Buku lahir dari ide sang penulis Ayi Putri Tjakrawedana yang berkawan sejak di bangku SMP dengan Dewi Ratna Wulan. Dewi Ratna istri Bachtiar Saleh seorang diplomat Indonesia tak lain adalah salah satu yang kisahnya ditulis di buku tersebut. "Saya sebangku saat di SMP. Dan baru saat kita sudah berkeluarga bertemu lagi dan saling bertukar ide," jelas Ayi.


Buku tersebut merupakan kisah para istri Diplomat dan Diplomat Wanita Indonesia yang bertugas di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Netherland, Italy, Kenya, Myanmar, Kamboja, dan lain-lain. Para istri Diplomat tersebut menuturkan kisah dengan penuh warna. Tidak melulu suka cita.

 

Pada umumnya mayoritas mereka adalah wanita yang memiliki karier cemerlang sebelum menikah dan rela meninggalkan karier demi mendampingi tugas suami (istri Diplomat memiliki kewajiban mendampingi suami dalam bertugas walaupun tugasnya terpisah. Karena hal itu tidak diperbolehkan bekerja di luar kewajiban tersebut).

 

Ada cerita tentang 'culture shock', ada cerita mendebarkan lantaran berada di negara wilayah konflik, ada kisah mendampingi ibu negara dan membuatkan menu kesukaan Presiden yang berkunjung di negara tersebut, ada kisah melahirkan anak di negara yang masih minim pelayanan kesehatan, dan haru biru lainnya.


Beberapa nama kisah yang ditulis adalah Fabiola Sondakh istri diplomat Pendekar Muda Leonard Sondakh yang bertugas di Amerika Serikat, icha Arlis istri dari diplomat Novrizal Gani yang ppernah bertugas di Kenya, Ana Youvana Tjondro istri Amin M Wicaksono yang pernah bertugas di Myanmar, Ruli Priadji istri Priadji Soelaiman yang pernah bertugas di Iraq, Irma Zulkifli istri dari Abdullah Zulkifli yang pernah bertugas di Mesir dan masih banyak lagi.


Buku ini diharapkan dapat memberi inspirasi bahwa sebagai seorang istri yang wajib mendampingi suami bertugas merupakan harga mati dan menjadi pelajaran dan pengalaman yang tak ternilai.

 

“Belum ada yang membuat kisah inspiratif seperti ini dan banyak hal yang bisa membukakan mata kita, bahwa figur istri penting dan tak tergantikan, tak terbayar apapun," demikian pemaparan Ayi yang produktif membuat beberapa buku inspiratif seperti kisah para perantau Indonesia di manacanegara, kisah para wanita yang menikah dengan warga asing, kisah pekerja sosial, dan kisah-kisah inspiratif dalam bentuk reportase yang dibukukan.


Tidak ada kendala baginya walaupun menetap di Amerika Serikat, tetap bisa membuat buku dengan ciri khasnya yaitu wawancara jarak jauh dan investigasi.

 

"Tapi saya masih rutin bolak balik ke Indonesia untuk urusan buku. Karena tuntutan dan tanggungjawab," tutur Ayi menutup perbincangan saat launching buku tersebut di Outback Steak House, Jakarta. * (Syam)