Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com – Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia (FE UKI) dan PT World Index Investment Futures (WIIF) dengan membuka JFX Center di Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur.

Peresmian dilakukan oleh Direktur JFX, Roy Sembel, bersama-sama dengan Pembantu Rektor Non Akademi, Robert Tobing dan Direktur Utama WIIF, Ilham Syarif di Fakultas Ekonomi UKI, Cawang, Jakarta Timur (29/3/2012).

JFX Center merupakan wahana edukasi bagi para akademisi dan mahasiswa dalam mengenal dan memahami Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK). Di sini para mahasiswa dapat melakukan studi, riset kepustakaan dan bahkan melakukan transaksi simulasi perdagangan secara on line yang terhubung ke mesin/sistem perdagangan JFX, yang dikenal dengan JAFEeTS 3.

JFX Center di Kampus UKI ini adalah yang pertama dibuka di wilayah Jabodetabek setelah sebelumnya di penghujung tahun lalu sukses membuka JFX Center di Kampus Universitas Soegijapranata, Semarang.

Sebagai bagian dari program edukasi dan sosialisasi PBK yang dilakukan secara berkesinambungan, JFX berencana membuka 12 JFX Center di beberapa universitas di seluruh Indonesia pada tahun 2012.

Direktur JFX, Roy Sembel mengemukakan dalam waktu dekat akan dibuka JFX Center di Universitas Lampung (Unila), Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Universitas Maranatha Bandung, Universitas Surabaya (Ubaya), da beberapa universitas lainnya.

“Tidak tertutup kemungkinan JFX Center ini kelak akan kami buka di mal atau pusat-pusat keramaian masyarakat, dengan target sosialisasi dan edukasi PBK kepada masyarakat yang lebih luas lagi,” tambah Roy Sembel usai peresmian JFX Center di Kampus UKI Cawang, Jakarta Timur (29/3/2012).

Menurutnya, pihaknya ingin mengenalkan PBK sedini mungkin kepada para mahasiswa sehingga mereka kelak dapat berkecimpung dan mengembangkan industri ini.

Hal penting lainnya, lanjutnya, agar mahasiswa tidak menjadi korban dari pialang illegal atau abal-abal yang mencoba menarik keuntungan dari mereka.

“Dan yang dimaksud dengan pialang illegal adalah pialang yang tidak terdaftar di Bappebti maupun di JFX,” tegasnya.

Purek Non Ekonomi, UKI, Robert Tobing menyambut baik kerjasama ini, karena dengan demikian mahasiswa tidak hanya menimba ilmu dari kelas semata. Namun juga mereka dapat meresapi dunia usaha yang nyata.

“Kami mendukug kehadiran JFX Center di kampus UKI. Sebelumnya, kami juga telah membuka Pojok Bursa kerjasama kami dengan Bursa Efek Indonesia dan Kresna Sekuritas,” tambah Robert. * (Syam)