Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com - Kampus Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) yang terletak di salah satu proyek properti milik Sinar Mas Land yaitu Kota Deltamas Cikarang telah dinobatkan sebagai Green Campus Pertama di Indonesia oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) dari sisi desain dengan diberikannya Gold certified-Design Recognition.

Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra mengatakan, sertifikasi hijau yang diberikan GBCI kepada ITSB adalah bukti komitmen Sinar Mas Land mengembangkan arsitektur hijau.

“Sertifikasi hijau yang diberikan GBCI ini bukanlah sertifikasi yang mudah didapat. Desain pembangunan ITSB harus disesuaikan dengan syarat-syarat ketentuan bangunan hijau yang sudah ditetapkan GBCI,” ujar Ishak dalam siaran persnya kepada MediaProfesi.com hari ini, Minggu (17/6/2012).

Kampus ITSB ditetapkan sebagai green campus karena berhasil melakukan efisiensi dan penghematan energi melalui aspek bangunan single corridor, penerapan double skin pada tapak, pengolahan sampah, composting serta pemanfaatan air hujan.

Penghematan ini dilakukan dengan memaksimalkan pencahayaan alami dan mengurangi penggunaan air conditioning (AC). Kampus ITSB memiliki ruang terbuka hijau yang alami dan menyegarkan serta menerapkan vertical greening, ruang terbuka hijau ini mencapai 61 persen dari seluruh area kampus.

Ishak menjelaskan, penggunaan air di ITSB juga berhasil dihemat sebanyak 48 persen dengan melakukan efisiensi pengunaan dan memaksimalkan pemanfaatan air hujan, salah satunya dengan membuat tempat penampungan air.

Di ITSB, Sinar Mas Land juga menggunakan non CFC (Chloro Flouro Carbon) sebagai bahan pendingin dan gas halon untuk pemadam kebakaran. Selain itu, material yang digunakan dalam membangun ITSB, 100 persen berasal dari Indonesia.

Menurut Ishak, sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi ITSB yang berkerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dituntut tidak hanya melahirkan lulusan-lulusan terbaik yang mempunyai keahlian dan siap kerja, tetapi juga berpartisipasi melestarikan lingkungan.

“Kami berharap dengan penerapan konsep arsitektur hijau di ITSB ini, para mahasiswa juga tergerak ikut melestarikan lingkungan, demi masa depan,” kata Ishak. * (Syam)